Kawasan Pantai Samas Tak Lagi Indah karena Sampah

Tumpukan sampah nampak mengotori kawasan laguna Pengklik, Pantai Samas, Desa Sri Gading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ikrob Didik Irawan
madaris3annuqayah.blogspot.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga di kawasan pesisir pantai Samas, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, mengeluhkan banyaknya sampah yang mengotori kawasan pantai.

Hal ini selain mengakibatkan dampak negatif pada keindahan juga kesehatan para nelayan yang ada di wilayah tersebut. Diperlukan kesadaran warga untuk tidak sembarangan membuang sampah di sungai.

Pantauan Tribun Jogja, tumpukan sampah nampak mengotori kawasan laguna Pengklik, Pantai Samas, Desa Sri Gading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Sampah tersebut berupa plastik, sandal jepit, bahkan busa.

Pemandangan ini terlihat cukup mengganggu kawasan yang baru saja dinobatkan sebagai sentra kuliner apung Pesona Pengklik, Pantai Samas.

Tak hanya itu, sejumlah nelayan pun menganggap persoalan ini sebagai persoalan klasik yang belum bisa diatasi secara optimal.

“Hampir setiap air pasang pasti ada sampah yang mengotori pantai. Masalah sampah ini sudah sejak dulu terjadi, kami selalu membersihkan, setelah itu pasti kotor lagi,” kata Mugiyono (58), salah satu nelayan di wilayah tersebut.

Mugiyono menyebutkan, biasanya sampah tersebut menumpuk saat muara sungai Opak sedang banjir.

Sampah tersebut diperkirakan berasal dari limbah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan oleh masyarakat di sekitar bantaran sungai.

Persoalan sampah di kawasan pantai, ujar nelayan yang memulai profesinya sejak tahun 1982 ini memang kerap menjadi persoalan serius.

Termasuk, mengganggu nelayan untuk menangkap ikan. Hal ini terjadi apabila sampah tersebut menyangkut di jala ikan miliknya.

“Selain mengganggu jaring ikan, juga mengganggu akses perahu,” jelasnya.

Junianto Handoko, salah satu tokoh pemuda Baros, Kretek, Bantul menyebut, persoalan sampah yang memenuhi wilayah pantai adalah persoalan klasik. Pihaknya sebagai pemuda pesisir pun ikut merasakan dampak dari tumpukan sampah ini.

“Kami cukup prihatin dengan adanya sampah ini. Sejauh ini, kami ikut terlibat untuk aksi bersih pantai yang kami laksanakan bersama dengan aktivis mahasiswa,” katanya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved