Nerv.ous Luncurkan ‘Lagu Angsa’
Tubuh mereka hancur di antara gerai-gerai penjaja gaya hidup yang serba benderang dan nyaman.
Penulis: rap | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah lama tak terdengar kabarnya, band indie rock Nerv.ous hadir lewat ‘Lagu Angsa’. Lagu pertama Nerv.ous dengan lirik berbahasa Indonesia ini diilhami oleh kejadian nyata tujuh tahun silam.
Seorang perempuan melompat dari lantai 5 sebuah pusat perbelanjaan besar di Jakarta, tak lama kemudian, seorang lelaki juga melompat dari lantai 5 di pusat perbelanjaan lain di Jakarta.
Tubuh mereka hancur di antara gerai-gerai penjaja gaya hidup yang serba benderang dan nyaman.
Tak diketahui hubungan keduanya, namun menurut keterangan resmi, sang perempuan berada di ibukota untuk berobat atas penyakit kronisnya.
Menurut legenda Yunani, hewan angsa hanya mengeluarkan bunyi yang merdu saat menjelang ajal. Maka muncul ungkapan“swan song” untuk menggambarkan penampilan atau karya terakhir seseorang. Namun, lewat single berjudul ‘Lagu Angsa’ ini justru menandai kembalinya Nerv.ous setelah ‘menghilang’ selama beberapa tahun.
Single ini dirilis melalui kanal Soundcloud mereka dan sejumlah radio.
‘Lagu Angsa’ merupakan single pertama dari album self-titled Nerv.ous yang akan dirilis dibawah label Yellow Records akhir Mei mendatang.
Untuk artwork dan identitas visual, band yang sejak 2008 digawangi oleh Argha Mahendra (drum), Desiree Aditya (vokal & gitar), EkaJ ayani Ayuningtyas (bass & vokal), dan Marcello Whisnu Marhendra (gitar) ini bekerjasama dengan musisi dan perupa Farid Stevy Asta.
Mereka juga berkolaborasi dengan Anggito Rahman dan Kemal Yusuf untuk pengerjaan seri video dan foto.
Band yang berdiri pada tahun 2005 ini telah mengeluarkan mini album One for a Brighter Future di bawah label indie seminal Yogyakarta, Blossom Records, pada Januari 2009 lalu.
Mereka membawakan musik yang mengkombinasikan unsur-unsur Alternatif 90-an, Indie Rock, Post Punk Revival, Noise Pop dan Shoegaze.
Perbedaan selera musik dari setiap personil memberikan andil tersendiri pada penciptaan karya mereka. Selain itu, mereka juga aktif mengambil bagian dari komunitas seni media baru (New Media Art), Podcast dan Radio Online.
Di samping musik, setiap personel juga memiliki ketertarikan pada bidang tulis-menulis, desain dan seni instalasi.
Nerv.ous telah berkolaborasi dengan sejumlah pelaku seni dari bidang elektronik (JFK dan Uma Guma yang me-remix dua track dalam "One for a Brighter Future"), video art (Darlingsisters/Spain, Videorobber/ YK), visual art (VJ Numberone), dan rekan-rekan musisi lintas genre (Julian Abraham, Elang Eby/Polyester Embassy) yang merespon karya Nervous maupun bermain dalam live performance Nerv.ous. Mari kita tunggu peluncuran album penuh mereka yang diberi judul ‘Nerv.ous’ ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nervous-official-photo_20160509_180805.jpg)