Menikmati Makanan Peranakan dengan Nuansa Penjara di Bong Kopitown
Masakan peranakan yang merupakan perpaduan antara citarasa China dan tradisional Nusantara menghasilkan sajian kaya rasa yang khas
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Muhammad Fatoni
"Untuk mi nya kami menggunakan mi khusus yang ukurannya sedikit besar dan kenyal. Mi seperti ini banyak digunakan di Medan," ujar Bong Chandra.
Citarasa hidangan yang satu ini gurih, manis, dan pedas karena penggunaan cabai rawit segar.
Menu lain yang tidak boleh anda lewatkan saat mengunjungi restoran ini adalah nasi goreng sapi cabai hijau.
Nasi goreng ini dimasak dengan cabai hijau dan beberapa bumbu rempah lainnya tanpa tambahan kecap dan saus.
Kemudian nasi goreng ini disajikan dengan rendang sapi yang sebelumnya di-grilled terlebih dahulu.
Citarasa nasi goreng yang pedas dan kaya rempah, berpadu unik dengan daging sapi rendang.
Belum lama ini Restoran yang setiap harinya buka dari pukul 10.00 hingga 24.00 menghadirkan menu baru yakni nasi tumpeng.
Ada tiga varian nasi tumpeng, yakni nasi tumpeng Bali, nasi tumpeng Manado ayam, dan nasi tumpeng Manado ikan.
Menu nasi tumpeng ini sangat lengkap isinya. Seperti nasi tumpeng Manado ayam yang dalam tiap porsinya berisikan nasi yang dibentuk kerucut, ayam woku, sambal dabu-dabu, plencing kangkung, bakwan jagung, dan emping.
Rasa pedas gurih mendominasi menu satu ini.
"Sebelumnya kami memang telah memiliki sejumlah menu tradisional khas Nusantara, seperti nasi lemak rendang, dan olahan bebek khas Ubud Bali," tambah Bong Chandra.
Untuk minuman, juga tersedia beragam pilihan. Kopi tetes, ice lychee tea, teh tarik adalah beberapa pilihan minuman yang ada di Bong Kopitown.
Untuk harga, makanan di sini bisa pengunjung nikmati dari Rp13 ribu.
Demi kenyamanan pengunjung, sejumlah fasilitas disediakan pengelola. Mulai dari wifi, ruangan smoking area, hingga meeting room.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kopitown4_20160509_193333.jpg)