Libatkan Perangkat Desa untuk Jaga Keamanan DIY

Perlu dicermati, lanjutnya, pelaku tindakan kekerasan maupun pembunuhan di DIY merupakan orang-orang baru. Bukan dari residivis.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
Ist
Aksi pencurian sepeda milik warga Yogyakarta terekam CCTV. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pimpinan di tingkat kecamatan harus bisa melakukan pencegahan tindak kejahatan sedini mungkin.

Pernyataan tersebut yang diungkapkan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Agung Supriyono.

Ia mengatakan bahwa peran pemerintah di tingkat terkecil, yakni Kepala Desa, Lurah, dan Camat bisa memaksimalkan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 9/2015 tentang Jaga Warga.

"Fungsi-fungsi tersebut akan kita optimalkan sebagai baigan tindakan pencegahan," jelas Agung, Jumat (5/5/2016).

Pendekatan lain yang juga dilakukan terkait dengan kondisi ekonomi. Perlu dicermati, lanjutnya, pelaku tindakan kekerasan maupun pembunuhan di DIY merupakan orang-orang baru. Bukan dari residivis.

Motif dari kejahatan sadis yang mereka lakukan juga tak jauh dari motif ekonomi. Layaknya kasus pembunuhan yang menimoa Feby Kurnia, seorang mahasiswi UGM.

"Kami juga melakukan pembinaan ketahanan ekonomi, karena beberapa kasus terkait ekonomi," lanjutnya.

Selain itu, Agung juga mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian maupun TNI untuk melakukan tindakan bersama.

"Kepolisian juga sudah berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan dan kriminal, serta melakukan tindakan tegas pada tindakan main hakim sendiri," tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan pada awal Januari 2016 lalu sudah mengeluarkan instruksi Gubernur DIY, kepada Bupati dan Walikota untuk mencermati kegiatan organisasi masyarakat.

Saat itu muncul ormas seperti Gafatar, Jogja-Dec hingga Koperasi Pandawa, yang melakukan rekrutmen masyarakat.

"Termasuk untuk ormas yang melakukan sweeping, akan ditindak tegas," jelasnya.

Sementara itu terkait dengan usulan anggota DPRD DIY, untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum, Agung mengaku belum mengetahuinya.

Tapi, lanjutnya, meski di DIY terjadi beberapa aksi kekerasan, namun secara umum, DIY masih aman dan nyaman untuk dikunjungi.

"Penegak hukum tentunya juga berusaha untuk mewujudkan keamanan dan kenyamanan warga," tuturnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved