Polda Selidiki Kasus Kecelakaan dan Dugaan Pemukulan Oknum Polisi Terhadap Andika
Dorongan ke kepala Andika oleh oknum BY, disebut Wakapolda merupakan bentuk pertolongan. Sebab tubuh Andika tergeletak di tepi jalan.
Penulis: akb | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kecelakaan dan dugaan pemukulan yang melibatkan seorang pelajar SMK, Andika Dwi Asrofi (17) yang akhirnya meninggal dunia, dengan oknum anggota kepolisian berinisial BY masih dalam proses penyelidikan pihak Polda DIY.
Sebelumnya, pihak keluarga menilai Andika meninggal dalam keadaan tidak wajar.
Beberapa luka janggal ditemukan oleh keluarga dari jasad Andika. Korban yang saat itu mengalami kecelakaan juga diduga sempat dipukul oleh seorang anggota kepolisian berinisial BY.
"(BY) Sudah periksa oleh Propam," terang Wakapolda DIY, Kombes Pol Abdul Hasyim Gani, Rabu (4/5/2016).
Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, yakni lawan kecelakaan oknum polisi berinisial EY beserta istrinya dan oknum polisi BY, saat kecelakaan Andika dalam keadaan mabuk.
Saat mengendarai sepeda motor Andika terlibat kecelakaan dengan EY, Jumat (28/4/2016) malam di Kadiluwih Margorejo Tempel Sleman.
Pascakejadian itu oknum BY, adik ipar EY, mendatangi lokasi kejadian. Saat itu, ia menuturkan, kondisi Andika sudah dalam keadaan sekarat diduga karena mengalami gegar otak karena kecelakaan itu.
"Jadi sebelumnya (Andika) sudah gegar otak, anggota (BY) kesana didorong kepalanya untuk diputar kalau tidak salah. Terus itu dilaporkan (keluarga Andika) bahwa yang bersangkutan dipukuli sama anggota," ungkap Wakapolda.
Dorongan ke kepala Andika oleh oknum BY, disebut Wakapolda merupakan bentuk pertolongan. Sebab tubuh Andika tergeletak di tepi jalan.
Walau demikian, Wakapolda menuturkan, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan terhadap oknum anggotanya. Pemeriksaan dilakukan dengan asas praduga tak bersalah.
"Tetap periksa asas praduga tak bersalah, anggota (BY) diperiksa hari ini (red. Rabu)," tambahnya.
Guna terungkapnya kasus yang melibatkan pelajar dan oknum anggota polisi, pihak Polda DIY juga akan melakukan pencarian saksi-saksi lain yang mengetahui cerita dan kejadian sebenarnya.
"Kalau bersalah (BY) kami proses sesuai ketentuan, kalau benar ya kami benarkan," tegas Wakapolda.
Andika meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Sleman dan dirujuk ke RS Bethesda, Senin (2/5) siang. Saat perawatan itu, pihak keluarga mendapatkan diagnosa dari dokter jika Andika mengalami luka gegar otak.
Wakapolda menduga, meninggalnya Andika disebabkan luka gegar otak yang diderita setelah bertabrakan dengan EY. Namun untuk kepastiannya, pihaknya akan menunggu hasil autopsi. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/andika-dwi-asrofi-17_20160503_190559.jpg)