Kota Yogyakarta Alami Deflasi 0,16 persen pada April 2016

Hal ini tidak hanya dialami Yogyakarta namun juga 77 kota lain di Indonesia dari 82 kota yabg dihitung angka inflasinya.

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Rento Ari
Kepala BPS DIY, Bambang Kristianto (tengah) memaparkan berita resmi statistik di kantor BPS DIY, Senin (2/5/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Turunnya sejumlah harga barang pada April 2015 berkontribusi pada deflasi yang dialami kota Yogyakarta sebesar 0,16 persen.

Hal ini tidak hanya dialami Yogyakarta namun juga 77 kota lain di Indonesia dari 82 kota yabg dihitung angka inflasinya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Bambang Kristianto mengatakan, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan. Keduanya berkontribusi pada deflasi yang terjadi di Yogyakarta.

"Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turun 0,27 persen. Kemudian kelompok komunikasi dan jasa keuangan turun 1,56 persen," katanya dalam Siaran Pers di kantor BPS DIY, Senin (2/5/2016) siang.

Dari 82 kota yang dihitung angka inflasinya, lanjut Bambang, 77 kota mengalami deflasi dan 5 kota alami inflasi. "Kota Tarakan alami inflasi tertinggi sebesar 0,45 persen.

Sedangkan kota Banjarmasin alami inflasi terendah dengan 0,04 persen. Kemudian, deflasi terbesar terjadi di Sibolga sebesar 1,79 persen sedangkan deflasi terkecil terjadi Singaraja sebesar 0,06 persen," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved