ABK Sandera Abu Sayyaf asal Klaten Ini Dibebaskan, Keluarga Sujud Syukur
Sutomo dan Rahayu langsung melakukan sujud syukur begitu mendengar berita pembebasan ABK Brahma 12, termasuk putranya.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Suasana haru meliputi pasangan Sutomo dan Rahayu, orangtua Bayu Oktavianto, salah satu anak buah kapal (ABK) yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.
Dari dalam rumah di Dusun Miliran, Mendak, Delanggu itu terus terdengar suara dari televisi yang sedang menayangkan pemberitaan pembebasan sandera kelompok militan itu.
Sutomo dan Rahayu langsung melakukan sujud syukur begitu mendengar berita pembebasan ABK Brahma 12, termasuk putranya.
Bulir air mata tak dapat disembunyikan Rahayu, perasaannya begitu bahagia mendengar kabar anaknya sudah dibebaskan meski baru dari pemberitaan televisi.
Kabar tersebut semakin kuat setelah Sutomo mendapatkan informasi kepastian pembebasan sandera dari bagian personalia PT Patria Maritim Line, tempat putranya bekerja.
Doa pun tak terlepas dari mulutnya sebagai ungkapan syukur.
“Saat waktu salat Ashar ada telepon berdering. Lalu saya angkat, ternyata dari perusahaan dan menginformasikan kalau 10 ABK bebas. Hanya saja untuk info resmi masih menunggu Kemenlu dan perusahaan,” ungkapnya saat ditemui awak media di kediamannya, Minggu (1/5/2016).
Menurutnya dari informasi yang didapatkannya sepuluh ABK masih berada di Sulu, Filipina. Mereka dalam keadaan sehat dan selamat.
Namun begitu, keluarga belum mendapat penjelasan proses bebasnya sandera. Proses pembebasan tidak dapat disampaikan ke publik sebelum ada pernyataan resmi dari Kemenlu dan perusahaan.
“Meski demikian, kami berdoa untuk keselamatan dan kesehatan sandera,” ujarnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panjatkan-doa_20160501_194103.jpg)