Ungkap Misteri Kematian, Polisi Bongkar Makam Gadis Kecil

Jajaran kepolisian melakukan pembongkaran makam seorang bocah yang meninggal diduga bunuh diri, Sabtu (30/4/2016).

Penulis: Santo Ari | Editor: Ikrob Didik Irawan

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jajaran kepolisian melakukan pembongkaran makam seorang bocah yang meninggal diduga bunuh diri, Sabtu (30/4/2016).

Pembongkaran ini dimaksudkan untuk melakukan penyelidikan lebih mendalam lantaran muncul dugaan korban meninggal bukan karena bunuh diri, melainkan ada unsur kekerasan di dalamnya.

Korban adalah Nia Hesti (11) pelajar kelas 5 SD warga Seyegan, Sleman. Gadis itu hilang jumat pekan lalu, dan dilaporkan ke kepolisian hari Sabtunya.

Kemudian pada hari senin, Nia ditemukan meninggal tenggelam di dalam sumur yang masih berada di area rumah, tepatnya di dapur.

Semula pihak keluarga mengira ia bunuh diri, dan langsung menguburkan jasad korban di pemakaman dusun Sawahan, Margomulyo, Seyegan.

Pembongkaran makam dilakukan oleh tim gabungan dari Disaster Victim Identification (DVI) Polda DIY, Identifikasi Polres Sleman, kedokteran forensik, dan personel Polsek Seyegan.

Pembongkaran ini dilakukan secara tertutup dan tak ada warga atau pihak keluarga yang boleh masuk ke area pemakaman.

Kapolsek Seyegan AKP Ngadiran mengatakan bahwa pembongkaran makam sudah disetujui oleh pihak keluarga. Langkah ini dilakukan karena ada kecurigaan korban meninggal dengan cara tidak wajar.

"Jadi tidak murni meninggal dunia karena bunuh diri, awalnya masyarakat mengira memang bunuh diri. Tapi untuk penyebab pastinya penyebab korban meninggal, kami masih harus menunggu hasil forensik," jelas Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan, bahwa pihaknya menemukan cairan yang diduga dari tubuh korban. Disinggung apakah itu cairan sperma, Kapolsek enggan berspekulasi dan tetap menunggu hasil forensik.

Terkait dugaan kasus ini mengarah ke pembunuhan, Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya setelah ini akan melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mencari siapa pelakunya.

Ia pun tak mau berspekulasi saat wartawan menanyakan apakah ada ada keterkaitan dengan orang terdekat.

"Kami belum berani menyimpulkan (siapa pelakunya), masih menunggu tindakan forensik," tambahnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved