Magnet Pelindung Bumi Melemah, Begini Jawaban NASA Tanggapi Prediksi Kiamat
Ketika sesuatu yang besar ini terjadi pada medan magnet bumi, maka dapat memicu gempa bumi besar letusan gunung berapi dan laut pasang
Penulis: say | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM - Perisai magnetik Bumi yang berfungsi melindungi planet ini dari angin surya dan radiasi berlebih dikabarkan lumpuh selama dua jam bulan ini. Beberapa pihak memprediksi bila kiamat sudah dekat.
Medan magnet yang disebut magnetosfer itu mengelilingi Bumi dan planet-planet lain secara individual. Sebagaimana dilansir Express, Kamis (28/4/2016), data dari NASA Wheather Prediction Center menunjukkan adanya kelumpuhan magnetosfer.
Itu terjadi 23 April lalu pada pukul 06.37 GMT sampai 08.39 GMT. Pelumpuhan sementara magnetosfer dapat mengganggu navigasi paus, penerbangan burung, teknologi dan kelebihan radiasi yang membahayakan manusia maupun hewan.
"Ketika sesuatu yang besar ini terjadi pada medan magnet bumi, maka dapat memicu gempa bumi besar letusan gunung berapi dan laut pasang," tulis Superstation95 dalam situsnya.
Menurutnya, ledakan akan mengirim gelombang besar energi panas ke daerah laut terbuka. Ini dapat meningkatkan suhu air yang memudahkan terjadinya badai.
Namun seorang ahli NASA buru-buru meredam isu tersebut dengan alasan ada kesalahan perangkat pemantauan. Kesalahan itu disebabkan karena sistem yang digunakan dapat menelan real-time data angin matahari yang buruk.
"Ada kesenjangan dalam simulasi output untuk beberapa jam karena input data buruk," kata Leila Mays, analis cuaca ruang angkasa.
Entah ini benar atau tidak, tetapi menurut para ahli, magnetosfer telah melemah 15 persen selama 200 tahun terakhir. Kondisi ini sangat membahayakan bagi bumi.
Radiasi bisa tiga sampai lima kali lipat lebih besar yang dapat memperluas lubang ozon.
"Bayangkan catu daya listrik tersingkir selama beberapa bulan, bekerja tanpa listrik dalam hari-hari tersebut," kata Richard Holme, Profesor Bumi, Samudra dan Ilmu Elologi di Universitas Liverpool menggambarkan kejadian ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perisai-magnetik-bumi_20160428_183614.jpg)