Ki Enthus Tampilkan Gatotkaca Winisuda Hibur Warga Kota Magelang

Pementasan ini untuk menarik minat wisatawan datang ke Kota Magelang. Apalagi, pementasan ini dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda
tribunjogja/yosephhary
Ilustrasi wayang kulit. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ki Enthus Susmono, dalang kondang yang juga Bupati Tegal akan mementaskan wayang kulit dengan lakon Gatotkaca Winisudha di alun-alun Kota Magelang, Sabtu (23/4/2016) malam ini.

Penampilan Enthus ini juga ditujukan untuk pelestarian kesenian daerah.

“Wayang itu warisan leluhur kita dan kita patut melestarikannya dengan senantiasa mementaskan. Hal ini agar generasi masa kini dan masa depan dapat terus mengenalnya, bahkan dapat lebih sering mementaskannya lagi,” jelas Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Magelang, Hartoko, Jumat (22/4/2016).

Dia menjelaskan, pementasan ini juga untuk menarik minat wisatawan datang ke Kota Magelang. Apalagi, pementasan ini dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke 1.110 tahun ini.

“Banyak kegiatan yang dapat dinikmati wisatawan, sehingga bisa meningkatkan tingkat kunjungannya. Kami ingin tunjukkan ke wisatawan, inilah Kota Magelang yang bervisi modern tanpa harus meninggalkan akar budayanya,” ujarnya.

Adapun untuk lakon Gatotkaca Winisudha dipilih karena mengingat Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dilantik menjadi kepala daerah. Hal ini ada kaitannya dengan cerita Gatotkaca diwisuda menjadi senopati Pringgodhani.

Menurut Hartoko, Gatotkaca adalah patriot dengan kelahiran yang luar biasa. Melalui gemblengan para dewa, proses kedewasaan Gatotkaca sangat cepat dan memiliki kesaktian luar biasa.

Sebagai tokoh muda, hidup Gatotkaca dipenuhi kegemilangan dalam menyelesaikan berbagai masalah di mayapada maupun kahyangan.

Ketua Seksi Wayang Panitia Hari Jadi Kota Magelang, Singgih menyebut, penampilan ini akan diwarnai penampilan siswa/siswi SMP 1 Magelang. Mereka akan bermain gending.

Selain itu, ada juga penampilan ibu-ibu Dharma Wanita yang akan melantunkan panembromo dan menabuh gamelan. Sementara yang menyinden adalah ibu-ibu Forpimda.

“Satu lagi yang terpenting, kami hadirkan bintang tamu Marwoto dan Ciblek yang bakal mengocok perut para penonton,” tutupnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved