Penerangan Jalan Umum di Kota Yogya Bakal Direvitalisasi

Selama ini penggunaan lampu neon malah menghabiskan biaya listrik yang begitu besar.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerangan di jalan umum dan permukiman di Kota Yogyakarta yang semula menggunakan lampu neon, bakal diganti menggunakan lampu LED yang dinilai lebih hemat energi.

Tahun 2016 ini, sebanyak sekitar 1.300 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh wilayah Kota Yogyakarta, bakal dilakukan penggantian lampu hemat energi.

Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Permukiman Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta, Suko Dharmanto, menuturkan penggantian lampu ini bukan tanpa alasan.

Menurutnya, lampu LED dinilai lebih hemat energi listrik dibandingkan lampu neon.

Selama ini penggunaan lampu neon malah menghabiskan biaya listrik yang begitu besar.

"Penggantian menjadi LED ini selain ramah lingkungan ternyata dapat menghemat anggaran daerah," ujar Suko, Rabu (20/4/2016).

Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta melaporkan pendapatan pajak daerah dari penerangan jalan umum pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 41 Miliar.

Jumlah tersebut dikurangi pembayaran listrik sebesar Rp 14,5 Miliar. Selisihnya sebesar 26 Miliar masuk ke dalam Penerimaan Asli Daerah (PAD).

"Penggantian ini juga mampu meningkatkan PAD karena biaya pengeluaran listrik akan berkurang lebih banyak," ujar Suko.

Merujuk data Kimpraswil, lampu penerangan di Kota Yogyakarta dihitung sebanyak 23 ribu unit. Pada tahun 2015 lalu, sebanyak 5 ribu penerangan jalan kampung dari total 9 ribu lampu telah diganti LED. Hingga kini, jalan protokol belum masuk pada target penggantian.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menuturkan, langkah yang diambil ini merupakan inovasi pelayanan publik.

Penerimaan pajak dari penerangan jalan umum akan lebih optimal.

"Ini menjadi salah satu inovasi pwlayanan publik, dengan lampu LED akan ebih hemat dengan pendapatan pajak 41 Miliar, sedangkan untuk bayar listrik 14,5 miliar. Beban listrik diharapkan berkurang, sementara penerimaan pajak menjadi optimal," ujar Aman. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved