Disdikpora Larang Siswa Ikut Konvoi
Konvoi seringkali menjadi pemicu konflik antar kelompok sehingga berpotensi menimbulkan korban tak terkecuali di kalangan pelajar.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Adanya siswa sekolah yang menjadi korban dalam konflik kelompok tertentu pada Minggu (17/4/2016) hingga menyebabkan siswa tersebut meninggal dunia menjadi perhatian Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman.
Pasalnya hal tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan siswa di luar kegiatan sekolah.
Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Disdikporas Sleman, Ery Wirdayana mengatakan atas kondisi tersebut, pihaknya melarang siswa untuk terlibat dalam kegiatan konvoi dengan latar belakang apapun.
Pasalnya, konvoi seringkali menjadi pemicu konflik antar kelompok sehingga berpotensi menimbulkan korban tak terkecuali di kalangan pelajar.
“Kondisi ini bisa saja terjadi karena melemahnya pengawasan terhadap siswa. Sehingga kegiatan siswa tidak terkontrol,” kata dia, Selasa (19/4/2016).
Kendati demikian, menurutnya pengawasan siswa tidak dapat sepenuhnya dilimpahkan kepada pihak sekolah. Hal ini lantaran kemampuan pengawasan sekolah terhadap siswa sangat terbatas, terutama saat diluar jam pelajaran.
“Dengan kondisi ini, sangat diperlukan pengawasan dari orangtua. Bukan berarti pihak sekolah lepas tanggungjawab, namun semestinya dapat saling mendukung untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi siswa, baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah,” ungkapnya. (tribunjogja.com)