Gagal Lelang, Siswa Gagal Memakai Komputer untuk Ujian Nasional
Unit komputer sebanyak 560 unit yang semula akan digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengalami keterlambatan.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek pengadaan komputer yang diadakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Bangunan Gedung Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta tidak mencapai jadwal.
Unit komputer sebanyak 560 unit yang semula akan digunakan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengalami keterlambatan.
Kepala DBGAD Kota Yogyakarta, Hari Setyawacana, menuturkan, pengadaan komputer tidak dapat digunakan untuk UNBK tahun ini, pasalnya UNBK untuk jenjang SMP akan digelar pada 9-12 Mei 2016 mendatang.
Sementara, pengadaan komputer sempat mengalami gagal lelang, sehingga membuat waktu pengadaan menjadi lambat.
"Pengadaan komputer mengalami perpanjangan waktu, sementara sudah ada pemenang lelangnya, namun prosesnya akan membutuhkan waktu yang lama, sekitar dua bulan, sehingga tidak akan mengejar UNBK yang akan digelar bulan depan ini," ujar Hari, Senin (18/4/2016).
Sebelumnya, 560 unit komputer tersebut rencananya akan digunakan untuk UNBK untuk jenjang SMP pada bulan Mei.
Pengadaan komputer pun direncakan pada jadwal akan selesai pada awal Mei 2016, mengalami keterlambatan akibat gagal lelang. Pihak ketiga penyedia jasa dinilai tidak ada yang memenuhi spesifikasi yang diminta.
"Proses pengadaan sempat mengalami gagal lelang sehingga memakan waktu lebih lama, lantaran penyedia jasa tidak sesuai spesifikasi, akibatnya kami melakukan lelang lagi, dan mulai dari awal lagi," ujar Hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, menuturkan, baru tiga SMP yang siaga menyelenggarakan UNBK yakni SMPN 5, SMPN 8, dan SMP Stellduce 1 Yogyakarta.
Padahal, dari kedua SMP tersebut masih mengalami kekurangan jumlah komputer yakni SMO 5 kekurangan 40 komputer dan juga SMP 8 dengan jumlah kekurangan yang sama.
Terkait kekurangan ini telah ditutupi dengan penggunaan laptop dari siswa untuk digunakan bersama saat pelaksanaan UNBK. Jumlah yang ada sudah dinilai cukup untuk menggelar UNBK bulan Mei mendatang.
"Orangtua siswa sepakat menyiapkan laptop untuk penyelenggaraan UNBK dan terkumpul jumlah yang lebih dari cukup. Saat ini laptop tersebut sedang dalam proses screening dan sinkronisasi, untuk dapat digunakan saat UNBK mendatang," tuturnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/simulasi-unbk_20160110_061904.jpg)