Pasar Tradisional Kalah Saing

Momen tertentu yang menjadi andalan pedagang pasar tradisional seperti menjelang lebaran dan kenaikan kelas dinilai kurang menguntungkan bagi pedagang

Penulis: ang | Editor: oda

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Tidak hanya toko modern, keberadaan pusat perbelanjaan modern juga telah mempengaruhi pasar tradisional.

Bahkan momen tertentu yang menjadi andalan pedagang pasar tradisional seperti menjelang lebaran dan kenaikan kelas dinilai kurang menguntungkan bagi pedagang.

Ketua paguyuban pedagang Pasar Godean, Wawan mengatakan pedagang pasar tradisional khususnya pedagang pakaian mulai kehilangan pembelinya.

Padahal semestinya momen kenaikan kelas siswa menjadi masa panen pedagang sandang.

“Sekarang sepi, mungkin hanya lima orang yang berkunjung ke lapak pedagang pakaian, itupun belum tentu semuanya membeli,” ujarnya, Minggu (17/4/2016).

Menurutnya sebagian besar pembeli lebih memilih membelikan seragam baru untuk buah hatinya di pusat perbelanjaan modern. Hal ini lantaran banyak yang beranggapan barang yang dijual di pusat perbelanjaan modern lebih berkualitas.

“Padahal banyak yang kualitasnya sama dengan harga yang lebih murah, tapi yang di pasar kurang dilirik,” ungkapnya.

Wawan mengatakan kondisi tersebut berulang kali sudah dikeluhkan kepada pemerintah dan wakil rakyat. Namun hingga saat ini belum ada perubahanan yang signifikan.

Diakuinya saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan penertiban toko modern.

Kendati demikian, saat ini pedagang pasar lebih membutuhkan solusi yang konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan kembali pasar tradisional.

“Jika sekarang ditertibkan, namun tidak ada upaya untuk mempopulerkan kembali pasar tradisonal, maka tetap saja pasar tidak dilirik oleh masyarakat. Padahal pasar merupakan pusat perekonomian masyarakat,” kata dia. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved