Buah Bibir
Intan Serius Menjadi Sinden
Intan Puspitasari (24), salah satu mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta ini cinta akan kebudayaan aslinya, yaitu Jawa
Penulis: abm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Intan Puspitasari (24), salah satu mahasiswa tingkat akhir di Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta ini cinta akan kebudayaan aslinya, yaitu kebudayaan Jawa.
Menurutnya, semakin hari semakin banyak generasi muda ikut terseret dan terpengaruh kebudayaan dari luar, sehingga rasa cinta terhadap kebudayaan aslinya mulai luntur.
Melihat hal itu, dara yang akrab disapa Intan ini mencoba untuk melestarikan kebudayaan aslinya dengan memfokuskan diri untuk terus belajar menjadi sinden.
Intan meyakini, dengan terjun langsung menjadi sinden, budaya asli yang mulai terkikis itu akan tetap ada dan terlestarikan.
"Awalnya ya aku suka sama musik-musik zaman sekarang. Tapi sekarang aku mencoba buat melestarikan kebudayaanku dengan caraku ini," ungkap dara kelahiran Sragen ini.
Selain belajar sendiri dan di kampus, Intan pun kerap mengaplikasikan kemampuan menyindennya untuk mengisi berbagai acara-acara kebudayaan.
Menurutnya, ketika menjadi pesinden di sebuah panggung, rasa senanglah yang ia rasakan. Malah, menjadi seorang sinden merupakan bagian dari hidupnya yang tidak bisa dilepaskan.
"Kalau nyinden itu bisa sampai berjam-jam. Kalau begitu ya aku harus punya stamina yang bagus. Makanya aku terus menjaga stamina biar tetep optimal ketika nyinden," tambahnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/intan-puspitasari_20160414_175352.jpg)