Margaria Group Siap Pasarkan Craft Bikinan Napi Lapas Wirogunan

Produk handycraft bikinan penghuni Lapas yang memiliki brand image Mbah Wiro itu akan dipasarkan secara khusus di kedua gerai tersebut.

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: oda
tribunjogja/singgihwahyu
Sejumlah warga binaan Lapas Wirogunan tengah membuat produk kerajinan di workshop Mbah Wiro di dalam lembaga tersebut. Margaria Group siap memasarkan produk yang dihasilkan para warga Lapas di unit bisnisnya, Jendela Jogja dan Kado Kita. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Margaria Group menggandeng para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta untuk menunjang unit bisnisnya, Jendela Joga dan Kado Kita.

Produk handycraft bikinan penghuni Lapas yang memiliki brand image Mbah Wiro itu akan dipasarkan secara khusus di kedua gerai tersebut.

Business Director Margaria Group, Arief Nur Wibawanto mengatakan, program kerjasama ini diharapkan bisa menjadi langkah pemberdayaan warga binaan Lapas Wirogunan. Ide itu datang dari punggawa utama Margaria Group, Herry Zudianto.

Pihaknya dalam hal ini memasok bahan baku serta memberi pendampingan pelatihan proses produksi.

Ada beberapa jenis produk yang bisa diproduksi para warga binaan Lapas, yakni produk fashion, aneka kerajinan, aksesoris, hingga box kado dan hantaran.

Namun pada tahap awal ini, pihaknya memfokuskan pada produksi tas box kado saja.

"Kami anggap ini menjadi sub unit produksi kami. Potensi pasarnya bagus dan itu termasuk barang yang laris kami jual sebelumnya," kata Arief seusai penandatanganan kerjasama di Lapas Wirogunan, Selasa (12/4/2016).

Sementara ini, pihaknya memesan (pre order) hingga 1000 pieces produk dari warga binaan Lapas tersebut.

Sangat memungkinkan ke depannya kapasitas produksi akan ditingkatkan sambil melihat perkembangan ketrampilan para pengrajin itu.

Quality Control juga tetap diterapkan agar produk yang dihasilkan lebih bermutu dan laku di pasaran. Adapun hasil penjualan menurut Arief akan dikembalikan kepada penghuni Lapas untuk produktifitas lebih lanjut.

Untuk tiap item produk yang dijual, pihaknya memberi upah jasa antara Rp 2000-3000 tergantung besar kecilnya ukuran barang.

"Kalau skill-nya berkembang bagus, tentu kami akan minta bkin varian produk lain yang lebih kompleks desainnya," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wirogunan, Zainal Arifin mengungkapkan, saat ini ada 30 perempuan warga binaan yang dilatih khusus oleh Margaria Group dalam kerjasama tersebut.

Dari situ, akan disaring lagi tiap person yang dianggap punya kecakapan unggul dalam produksi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved