Siswa Difabel Optimistis Tatap Masa Depan
Bibir Miftakhul Choirul Ilmi (18) tersenyum pascamenjalani ujian nasional (UN).
Penulis: usm | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Usman Hadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bibir Miftakhul Choirul Ilmi (18) tersenyum pascamenjalani ujian nasional (UN). Sesekali ia tertawa lepas, dengan santai mengobrol dengan Guru Pendamping Khusus (GPK) di sampingnya.
Irul, sapaan karib Miftakhul Choirul Ilmi adalah salah satu dari dua siswa difabel di SMAN 1 Sewon yang mengikuti UN.
Irul sendiri adalah siswa penyandang low vision, yang pada hari pertama pelaksanaan UN harus berada di ruang terpisah dari teman-temannya.
"Soalnya kan saya dibacain, ketimbang mengganggu teman-teman seruangan akhirnya saya dipindah," jelasnya, Senin (4/4/2016).
Sejak kecil Irul memang tergolong Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Masa kecilnya ia habiskan di tempat kelahirannya, Lumajang. Selepas lulus dari SLB di Lumajang, Irul pindah ke Klaten untuk menempuh pendidikan SMP. Kemudian hijrah ke Bantul untuk melanjutkan SMA-nya.
"Di Yogya saya tinggal di Asrama Yaketunis, Asrama Kesejahteraan Tuna Nertra Islam, " cerita Irul.
Selengkapnya simak di halaman 9 Tribun Jogja edisi Selasa (5/4/2016). (*)