DIY Akan Jadi Pusat Pengembangan Sapi Lemak

Pengembangan populasi sapi lemak di DIY memiliki tujuan jangka panjang agar Indonesia tak ketergantungan suplai daging sapi dari luar negeri.

Penulis: mrf | Editor: oda
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
TPID Bantul melakukan pemantauan sapi di Segoroyoso, Pleret, Jumat (18/12/2015). (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Saat ini, DIY tengah diproyeksikan untuk menjadi salah satu pusat peternakan sapi lemak.

Selain bertujuan agar kebutuhan Indonesia akan daging sapi terpenuhi, juga memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak setempat.

Peneliti di Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertanian RI, Prof Dr Mohd Winugroho mengungkapkan, sapi lemak merupakan sapi premium yang berasal dari Jepang.

Dikarenakan sapi lemak kini tak dapat diimpor, maka pihaknya melalui PT Sigiro ingin mengembangkan populasinya.

“Sapi itu yang punya cuma ada di 6 negara di seluruh dunia. Tapi negara lain sudah menutup tak mau mengekspor. Karena kita sudah punya, kita ingin kembangkan. Termasuk di DIY,” kata Winugroho di Kompleks Kepatihan, Senin (4/4/2016).

Diungkapkan Winugroho, sebelumnya PT Sigiro telah mengembangkan populasi sapi lemak di Temanggung dan Wonogiri.

Di kedua daerah tersebut telah lahir puluhan sapi yang merupakan keturunan sapi lemak. Anak sapi lemak tersebut kini berumur 1 hingga 6 bulan.

“Makanya ingin kita kembangkan juga di DIY. Selain di DIY, kita juga akan mengembangkan di Kalimantan Tengah,” sambungnya.

Komisaris Utama PT Sigiro, Pri Sulisto mengatakan, pengembangan populasi sapi lemak di DIY memiliki tujuan jangka panjang agar Indonesia tak ketergantungan suplai daging sapi dari luar negeri.

Selama ini menurut catatannya, Indonesia selalu mengimpor dari Australia.

“Kita ingin berpartisipasi dalam mengurangi ketergantungan suplai daging dari luar negeri. Tentu akan memakan waktu lama, tapi suatu saat kita bisa mandiri,” jelas Pri.

Teknis pengembangan populasi sapi lemak ini, nantinya PT Sigiro akan memberikan bibit sperma ke peternak lokal di DIY untuk ditanamkan di sapi lokal.

Menurutnya dengan cara seperti itu, keturunan sapi lokal tersebut akan menjadi sapi lemak dan berkualitas lebih baik.

Saat ini, pihaknya tengah mencari lokasi yang akan dijadikan pilot project pengembangan populasi sapi lemak.

Pri menambahkan saat bertemu Gubernur DIY, kemarin (4/4/2016), pihaknya telah diberi opsi tempat yang akan digunakan. Salah satu diantaranya di Gunungkidul.

“Beberapa lokasi itu akan kita tinjau. Setelah peninjauan, akan kita laporkan ke Pak Gubernur,” tukasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved