Lagi Asyik Dipijat, Pohon Tiba-tiba Roboh Timpa Rumah

Tiga rumah rusak akibat bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah Kokap, Kulonprogo, Minggu (3/4/2016) malam.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Yoseph Hary
Warga bergotongroyong memperbaiki rumah warga yang rusak akibat tertimpa pohon di wilayah Kokap Kulonprogo, Senin (4/4/2016). Rumah tersebut rusak akibat tertimpa pohon saat hujan deras turun pada Minggu malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Tiga rumah rusak akibat bencana alam tanah longsor dan pohon tumbang di wilayah Kokap, Kulonprogo, Minggu (3/4/2016) malam.

Beruntungnya, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Salah seorang korban, Umar Nurdani, warga Gunung Kukusan, Hargorejo, Kokap, mengatakan bencana yang dialaminya terbilang paling parah.

Rumahnya bagian depan rusak parah setelah tertimpa pohon tumbang dan tiang listrik yang ikut roboh.

Umar mengatakan saat itu dia bersama istri dan anaknya sedang bergiliran dipijat seorang dukun pijat. Malam itu hujan deras mengguyur wilayahnya cukup lama.

Ketika sedang enak-enaknya Umar dipijat, mendadak terdengar suara keras menyerupai benda jatuh menimpa rumahnya.

"Setelah kami cek ternyata pohon tumbang dan tiang listrik menimpa rumah bagian depan. Beruntung kami tidak kena tapi langsung teriak-teriak minta tolong," kata Umar, Senin (4/4/2016).

Dia menyebutkan sejumlah kerusakan antara lain teras depan hingga bangunan ruang depan, sepeda motor, parabola, dan atap rumah.

Kerugian saat ini masih dalam perhitungannya. Sementara hingga kemarin dia dan warga sekitar melakukan upaya evakuasi dan pembersihan batang pohon yang menimpa rumahnya itu.

Selain rumah Umar, pohon tumbang juga menimpa rumah Agustinus Aris Arnadi (32) di Pedukuhan Kalibuko II, Kalirejo. Sementara, rumah Parmono (47) di Pedukuhan Kalibuko II, Kalirejo, juga rusak akibat terkena tanah longsor.

"Kami sekeluarga mengungsi semalam karena bagian genting pecah," ujar Agustinus Aris Arnadi.

Adapun bencana tanah longsor yang menimpa rumah Parmono merupakan sebuah tebing setinggi enam meter di samping rumahnya.

Akibat peristiwa itu, dinding rumahnya berbahan anyaman bambu nyaris rusak dan jebol.

"Kami juga terpaksa harus mengungsi khawatir kalau longsor susulan. Selanjutkan masih memantau kondisinya," imbuhnya.

Kasi Trantib Kecamatan Kokap, Suharman, pihaknya sudah melakukan pendataan atas kejadian itu.

Menurutnya, sementara ini warga sekitar melakukan kerjabakti bersama Tagana, BPBD yang juga sudah mengirimkan logistik ke lokasi. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved