Dukung Gerakan Berantas Narkoba, Bupati Magelang : Saya Juga Siap Dites Urine
Pihaknya berharap Polres Magelang melakukan tes urine bagi PNS di lingkungan Pemkab Magelang.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang memerangi terhadap narkoba.
Untuk itu, pihaknya berharap Polres Magelang melakukan tes urine bagi PNS di lingkungan Pemkab Magelang.
“Saya juga siap untuk menjalani tes urine,” paparnya dalam Pencanangan Kabupaten Magelang Anti narkoba di SMPN 1 Mungkid, Kamis (31/3/2016).
Zaenal menambahkan, pencanangan anti narkoba yang dilakukan ini, merupakan langka awal yang dilakukan bersama semua elemen masyarakat untuk perang terhadap narkoba.
Gerakan serupa telah dilakukan juga bagi kalangan pengawai di lingkungan SPKD.
Kasat Narkoba Polres Magelang, AKP Eko Sumbodo menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pemeriksaan tes urine terhadap PNS di lingkungan Pemkab Magelang.
Sementara di lingkup sekolah, pihaknya melakukan pencanangan Gerakan Kabupaten Magelang Anti narkoba yang dilangsungkan bersama Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, tokoh masyarakat dan lainnya.
Sejauh ini, pihaknya menyatakan telah mengungkap 10 kasus narkoba dengan 11 tersangka sejak bulan Januari hingga Maret ini. Polisi bahkan telah mengungkap lima pengedar dan sekaligus pengguna yang beberapa diantaranya menggunakan jasa paket pengiriman barang.
“Ini merupakan keberhasilan kami, setelah Kota Semarang. Namun, sejauh ini, kami berupaya mengungkap pengemasan paket barang ini untuk transaksi narkoba,” ujar Eko Sumbodo.
Pihaknya hingga kini masih menyelidiki peredaran narkoba yang dikirimkan melalui jasa paket. Modus ini ditemukan pada tersangka narkoba, Farid Rakhman Adriyanto (33), warga Magelang Tengah, Kota Magelang, yang ditangkap Reserse Narkoba Polres Magelang, belum lama ini.
Farid mendapatkan sabu-sabu seberat 47, 91 gram diperoleh dari Nusakambangan. Dia memperoleh dengan cara paket pengiriman, bahkan telah dilakukan lebih dari dua kali. Selain itu, tersangka juga pernah mengambil paket kiriman yang dijatuhkan di Temanggung dan Sleman.
Begitu pula, dalam pengungkapan seorang pengedar dan pengguna yang masih berstatus mahasiswa, Faisal Bayu Aji (19), yang kedapatan menerima paket ganja sekitar 0,4 kilogram.
Eko menyatakan, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa dan meminta keterangan dari perusahaan jasa pengiriman. (Tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bansos-untuk-korban-kebakaran_20151016_141409.jpg)