Dewan Usulkan Konsep Parkir Progresif dan Berlangganan

Sujanarko mengusulkan kepada konsep parkir yang akan diterapkan selanjutnya menerapkan tarif progresif per jam, dan berlangganan.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: oda
Tribun Jogja/ Rona Rizkhy
Sejumlah kendaraan roda dua memadati parkiran di trotoar sisi Timur Malioboro, Jumat (1/1/2016) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta, Sujanarko, pihaknya meminta Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mempersiapkan konsep relokasi parkir Malioboro sebelum relokasi dilaksanakan pada tanggal 4 April mendatang.

"Sebelum tanggal 2 April mendatang, eksekutif harus sudah menyampaikan konsep jelas relokasi parkir. Konsep yang disiapkan, termasuk pendataan terhadap jukir-jukir, bagaimana mekanismennya, karena selama ini masih abu-abu," ujar Sujanarko, Senin (28/3/2016), saat audiensi dengan PJPM di kantor DPRD Kota Yogyakarta.

Sujanarko mengusulkan kepada konsep parkir yang akan diterapkan selanjutnya menerapkan tarif progresif per jam, dan berlangganan.

Selain itu, disediakann petugas pengarahan yang dapat mengarahkan pengunjung untuk memarkir di TKP ABA.

"Kami masih menunggu, diusulkan diterapkan konsep parkir langganan, dengan tarif progresif. Ada petugas pengarahan yang siaha, pintu timur menjadi jalan masuk, keluar lewat barat (di arahkan). Soal jalan terlalu terjal dan lain-lain, akan ada usulan tambahan ke propinsi," tuturnya,

Senada dengan Sujanarko, Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudyatmoko, juga meminta juru parkir untuk menggunakan dana kompensasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, sebanyak Rp 50 ribu per hari, atau Rp 1,5 juta per bulan, untuk dimanfaatkan, atau dialokasikan untuk pembelian mesin parkir progresif.

Ia juga meminta kepada ke-95 jukir pengelola untuk dapat mengidentifikasi jukir pembantunya dan didata secara pasti kepada Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mencegah adanya oknum-oknum curang.

"Yang 95 mempunyai surat tugas, bisa mengidentifikasi jukir pembantu. Dan selanjutnya didata secara pasti, ke pemkot yogyakarta. Termasuk kompensasi dimanfaatkan. Kalau kesepakatan ini tidak terjadi, kami akan tegur," tutur Danang. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved