Calon Walikota Independen Terus Bermunculan
Walau pernah aktif di partai politik, namun Transtoto lebih memilih jalur independen lantaran sudah tidak cocok dengan sistem partai yang tidak sehat.
Penulis: gil | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Calon Walikota Yogyakarta perseorangan melalui jalur independen kembali bertambah. Mantan Direktur Perum Perhutani periode 2005 - 2008 Dr. Transtoto Handadhari.
Pria yang aktif dalam perjuangan konservasi alam mengaku siap maju menjadi Walikota jika mendapat dukungan.
"Saya mengkhususkan datang ke Yogyakarta ingin menyemangati siapapun yang ingin maju menjadi Walikota. Namun, jika saya ditunjuk atau diminta, saya pun juga siap maju," ujar Transtoto, Senin (28/3/2016).
Walau pernah aktif di partai politik, namun Transtoto lebih memilih jalur independen lantaran sudah tidak cocok dengan sistem partai yang tidak sehat.
"Saya pernah berorganisasi di Partai Golkar sejak tahun 2001 dan keluar di akhir tahun 2009, karena saya merasa 'dikerjai'. Saya ingin membangun Yogyakarta, diluar jalur partai politik saja," tuturnya.
Sebelumnya Transtoto pernah dipinang partai politik untuk menjadi wakil walikota Yogyakarta pada tahun 2012, namun ia menolak karena tak ingin hanya sekedar menjadi wakil walikota.
Transtoto pada Senin siang mendatangi kantor sekretariat Jogja Independent (Joint) untuk menyerahkan kelengkapan berkas untuk maju konvensi calon Walikota Yogyakarta.
Ia mengaku telah diundang pihak Joint saat di Jakarta, jauh hari sebelum Joint dideklarasikan.
"Saya ingin menghabiskan masa tua saya untuk memberikan makna bagi warga Yogyakarta. Nantinya, akan saya junjung tinggi kebudayaan dalam proses pembangunan agar tatanan kehidupan manusia di Yogyakarta lebih manusiawi lagi," ujar Transtoto.
Ia menegaskan, saat menjadi pemimpin pemerintahan harus beralih menjadi pelayan publik. Baginya, pejabat publik seharusnya memberikan pelayanan penuh terhadap publik dengan total dan ikhlas.
"Karena itu, kalau saya terpilih saya rela tidak diberi gaji," ungkapnya.
Rencananya kedepannya, Transtoto ingi melakukan penataan kota Yogyakarta yang baik, beradab, dan berbudaya. Ia ingin memunculkan ciri khas kota Yogyakarta yang saat ini dirasa telah memudar.
"Saat ini pembangunan di Kota Yogyakarta terkesan sporadis dan tidak memiliki ciri khas," jelasnya.
Dengan pengajuan Transtoto, maka Joint hingga Senin (28/3/2016) telah menampung empat calon walikota yang telah mengembalikan formulir pendaftaran.
Mereka adalah konsultan pendamping UMKM Rommy Heryanto, Pengusaha Martha Haenry, dan Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Siti Ruhaini Dzuhayatin. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/calon-independen_20160317_082208.jpg)