Talud Ambrol Diterjang Arus Sungai, Satu Rumah Terancam
Kondisi tersebut diakibatkan talud belakang rumah yang berbatasan langsung dengan Sungai Sengkan ambrol setelah diterjang arus sungai.
Penulis: ang | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hujan deras yang terjadi pada Minggu (27/3/2016) petang mengakibatkan sebuah rumah di Kampung Sengkan, Joho, Condongcatur, Depok terancam ambrol.
Kondisi tersebut diakibatkan talud belakang rumah yang berbatasan langsung dengan Sungai Sengkan ambrol setelah diterjang arus sungai.
Informasi Tribun Jogja, bagian belakang rumah miliki Awig Sujatmiko (40), warga setempat, nyaris menempel pada talut setinggi tiga meter itu.
Ambrolnya talut tersebut mengakibatkan arus sungai yang deras menerjang langsung pondasi yang menopang bagian belakang rumahnya.
Mulanya Awig tidak menyangka talut yang dibangun dengan material batu kali itu bisa ambrol. Terlebih saat beberapa kali arus sungai yang berhilir di Sungai Gajah Wong itu deras, talut tetap kokoh.
"Tapi karena ada rumpun bambu yang ada di Utara sungai ambrol dan melintang di tengah sungai, arah arus air berubah. Langsung menghantam talut," katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (28/3/2016).
Rumpun bambu yang melintang di tengah sungai tersebut membuat sampah yang terbawa arus air tertahan. Akibatnya arus sungai tertahan dan menerjang sisi selatan sungai tepat di badan talut.
"Talut tidak kuat dan ambrol. Kebetulan posisi rumah Pak Awig berada di tikungan sungai. Sehingga ikut terterjang arus deras hingga pondasinya terkikis," kata Darsono, salah seorang tetangga.
Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sisi selatan aliran sungai menjadi was-was. Terlebih saat ini tidak ada talut yang menahan terjangan arus sungai yang deras saat hujan turun.
"Talut ini dibangun swadaya warga yang tinggal di pinggir sungai. Kami baru berani membangun ulang kalau sudah musim kemarau, arus sungainya tidak deras," kata dia.
Saat ini, pemilik rumah mengosongkan isi dapur yang kondisi pondasinya terkikis. Hal ini lantaran bagian dapur mudah ambrol ketika arus sungai yang deras kembali menerjang.
"Untuk sementara tidak berani beraktifitas di dapur, rawan ambrol," kata Awig. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bersihkan-bambu_20160328_194417.jpg)