Ratusan Pencari Kerja di Kulonprogo Berebut Peluang Menuju Batam
Melalui seleksi dan perekrutan yang difasilitasi Dinsosnakertrans Kulonprogo, para pencari kerja menjalani tes tertulis.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ratusan pencari kerja lulusan SMK dari Kulonprogo dan luar daerah berebut tempat dan peluang untuk dapat bekerja di Batam.
Melalui seleksi dan perekrutan yang difasilitasi Dinsosnakertrans Kulonprogo, para pencari kerja ini menjalani tes tertulis, Senin (28/3/2016).
Animo masyarakat untuk bekerja pada perusahaan di Batam terbilang cukup tinggi.
Dari jumlah formasi di perusahaan bidang elektronik di Batam tersedia 80 posisi, pendaftar yang datang untuk mengikuti seleksi mencapai lebih dari 150 orang.
Mereka tidak hanya lulusan SMK Kulonprogo, tetapi juga dari luar daerah di DIY seperti dari Bantul dan sekitarnya.
Belum lagi calon peserta yang ikut datang namun ternyata kualifikasinya tidak sesuai persyaratan. Beberapa di antara mereka terpaksa tidak bisa mengikuti tes atau seleksi tertulis karena nilai rata-rata SMK di bawah tujuh.
Salah seorang di antaranya adalah Rahmat Widodo, lulusan SMK 2014 asal Bantul ini datang ke Dinsosnakertrans setelah mengakses informasi peluang kerja ke Batam melalui akun facebook Dinsosnakertrans Kulonprogo.
Sayang, dia dan seorang temannya, Satrio, datang dalam kondisi terlambat.
"Saya datang tesnya sudah mulai. Ternyata nilai minimal rata-rata yang dibutuhkan juga minimal tujuh," katanya.
Demikian juga Satrio, bersama Rahmat lantas berusaha memohon kepada staf dinas agar mendapat kesempatan mengikuti tes.
Meski sudah terlambat dan ada beberapa nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris di bawah tujuh, keduanya mengaku sangat ingin memiliki kesempatan itu.
Kabid Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kulonprogo, Heri Darmawan, mengatakan fasilitasi untuk berangkat ke Batam memang mendapat sambutan antusias para pencari kerja.
Menurutnya, pekan ini perusahaan elektronik Philips di Batam membuka kesempatan bagi 20 laki-laki dan 60 perempuan.
"Persyaratan kali ini salah satunya nilai rata-rata sekolah dan ujian nasional untuk mapel Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris harus tujuh. Di bawah itu tidak bisa ikut," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tes-seleksi_20160328_200320.jpg)