Brongkos Bu Rini Sudah Ada Sejak Tahun 1973

Bertahan berjualan makanan sejak tahun 1973, membuktikan kualitas rasa di warung makan yang setiap harinya buka dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00

Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Hamim Thohari

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagi masyrakat Yogyakarta, kuliner yang satu ini cukup terkenal. Berkuah santan berwarna hitam adalah ciri khas kuliner bernama brongkos ini.

Di Yogyakarta sendiri terdapat beberapa tempat makan yang terkenal akan sajian brongkosnya, dan salah satu adalah warung makan Bu Rini.

Berada persis di sebelah timur Plaza Ngasem (besar pasar burung Ngasem), atau di Kampung Taman, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta warung makan ini telah ada sejak tahun 1973.

Adalah Bu Repan, yang dulu pertama kali berjualan brongkos.


Tribun Jogja/Hamim Thohari

"Dulu awalnya warung ini berada di dalam pasar burung Ngasem. Kemudian juga sempat pindah di pojok depan pasar, dan akhirnya pada tahun 2010 yang lalu pindah ke tempat ini," ujar Surami salah satu pegawai warung makan tersebut.

Setelah Bu Repan meninggal, usaha tersebut diteruskan oleh anaknya yang bernama Rini, sehingga warung tersebut dikenal dengan nama warung makan Bu Rini ada juga yang mengenal dengan nama Bu Repan.

Bertahan berjualan makanan sejak tahun 1973, membuktikan kualitas rasa di warung makan yang setiap harinya buka dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 ini.

Ciri Khas

Warna hitam yang merupakan ciri khas dari kuah brongkos akibat penggunaan kluwak sebagai bumbu utamanya.

Selain kluwak, bumbu rempah lainya seperti bawang merah, bawang putih, sereh, lengkuas, daun salam, jahe, cabe rawit, menghasilkan cita rasa yang khas.

Sayur brongkos sendiri berisikan kacang tolo, tahu, koyor, dan telur. Untuk koyor dan telur tergantung permintaan pembeli.


Tribun Jogja/Hamim Thohari

Rasa dari hidangan ini, gurih, karena penggunan santan dan adanya kacang tolo, berpadu dengan pedasnya cabai rawit yang dibirakan utuh saat dimasak.

Meskipun telah diteruskan oleh generasi kedua, racikan bumbu dan cara memasaknya masih dipertahankan seperti awal mula warung tersebut berdiri.

Ada beragam pilihan lauk tambahan untuk menikmati brongkos seperti, perkedel, tempe goreng, peyek, krupuk karak dan beberapa lauk lainya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved