Ayah adalah Pejuang Bagi Keluarganya

Sosok ayah yang selama ini lebih banyak diam, merupakan pejuang dan pekerja keras di mata Syifa Qurrotu 'Aini (27).

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ikrob Didik Irawan
ist
Syifa Qurrotu Aini 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sosok ayah yang selama ini lebih banyak diam, merupakan pejuang dan pekerja keras di mata Syifa Qurrotu 'Aini (27).

Syifa mampu memahami seorang ayah yang berjuang keras demi keluarganya, terlebih usai membaca buku yang berjudul Terima Kasih Ayah.

Buku yang berisi tentang cerpen dan kutipan yang berasal dari akun twitter @TerimakasihAyah tersebut, menceritakan tentang pengalaman beberapa orang mengenai sosok ayah.

Ungkapan seseorang yang mencoba menyampaikan kesan dan kasihnya kepada sang ayah.

Kisah yang tercantum dalam buku terbitan Wahyu Qolbu tersebut lantas mengingatkan pada sosok ayahnya sendiri.

Dara kelahiran Kudus, 9 Juni 1988 itu mengaku tidak dekat dengan sang ayah, jarang bicara, namun ketika membahas beberapa hal tetap bisa nyambung.

Melalui obrolan tersebut, Syifa menyadari tentang setiap perjuangan dan pengorbanan ayah, kebijakan dan cara berfikir, selalu bisa menilik sisi positif dari segala hal, serta mengajarkan arti tanggung jawab.

Anak sulung dari dua bersaudara tersebut juga tak kuasa menahan tangis ketika membaca beberapa cerita yang tertuang dalam buku itu. Penggalan kisah yang dikemas dalam kalimat yang menyayat hati.

"Kadang bacanya bisa sampai nangis-nangis," jelas alumni Teknik Informatika, UIN Sunan Kalijaga, kepada Tribun Jogja.

Syifa bercerita, jika di keluarganya tidak terbiasa dengan pelukan maupun ucapan sayang yang diungkapkan secara langsung.

"Terkadang kita tidak tahu, kalau ayah dan ibu kita membanggakan kita di depan orang lain. Menceritakan prestasi kita tanpa pernah mengatakannya langsung di depan kita," pungkas wanita berhijab tersebut.

Tak sama seperti penggambaran di sinetron maupun film, imbuhnya, orang tua mengungkapkan kebanggaan dan rasa sayangnya kepada sang buah hati, dengan cara yang romantis.

"Nanti kalau malah ngomong sayang secara langsung, malah dibilang aneh-aneh kayak di sinetron," tutupnya lantas terpingkal. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved