Perayaan Paskah, Paus Francis Basuh Kaki Pengungsi Berbagai Latar Belakang Agama
Paus Francis melaksanakan ritual Katolik membasuh dan mencium kaki sebelum perayaan Paskah di sebuah pusat pengungsian di Porto, luar Roma
Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Paus Francis melaksanakan ritual Katolik membasuh dan mencium kaki sebelum perayaan Paskah di sebuah pusat pengungsian di Porto, luar Roma, Kamis (24/3/2016).
Yang menakjubkan, pengungsi yang dilibatkan dalam ritual itu berasal dari berbagai latar belakang agama.
Empat umat Katolik asal Nigeria, tiga wanita Kristen Koptik Eritre, tiga Muslim dari Mali, Pakistan dan Suriah, serta seorang Hindu dari India dibasuh kakinya oleh Paus Francis.
Paus menuangkan air ke kaki mereka, mengeringkan dengan handuk dan menciumnya.
Melalui ritual ini, Paus ingin menunjukkan pada semua mengenai pentingnya kerukunan antar umat beragama.
Bahasa tubuh Paus saat melaksanakan ritual ini sangat jauh dari kemarahan, kontras dengan yang terjadi di Eropa belakangan ini.
Paus menekankan bahwa semua manusia bersaudara, apapun agamanya.
"Kita semua bersaudara dan kita ingin hidup dalam kedamaian," kata Paus dalam perayaan Kamis Putih seperti dikutip dari ABC Online, Jumat (25/3/2016).
Semenjak terpilih pada tahun 2013, Paus Francis mengajak masyarakat global, khususnya Eropa untuk membuka pintu bagi para pengungsi.
Ia juga menjadi pemimpin Katolik pertama yang melibatkan muslim dalam upacara sakral itu.
Pada perayaan Paskah sebelumnya, Paus Francis membasuh kaki narapidana dan orang difabel di Argentina. (tribunjogja.com)