Nongkrong Asyik Sembari Menikmati Citarasa Martabak Toping Buah Mr Buble
Ragam martabak yang ditawarkan Mr. Buble menjadi satu-satunya yang ada di Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM - Bisnis kuliner terus berinovasi sesuai kebutuhan zaman, tak terkecuali di Yogyakarta.
Kuliner seolah tidak lagi hadir hanya sebagai pemuas kebutuhan biologis atau ajang romantisme. Kuliner sudah menjelma menjadi bisnis menjanjikan yang mampu memfasilitasi kebutuhan manusia yang tak pernah terpuaskan.
Di Kota Budaya ini, bisnis kuliner juga terus mengalami perkembangan yang positif. Bermacam-macam makanan didesain sedemikian rupa hingga memuaskan selera masyarakat kekinian.
Kreativitas pengusaha kuliner di Yogyakarta adalah kabar baik yang mampu mendongkrak pariwisata dan perkembangan industri kreatif.
Satu contohnya adalah Martabak Buble atau yang lebih umum dikenal dengan nama Mr. Buble. Kuliner martabak yang bisa ditemui di Jalan Sisingamangaraja No 21 A Yogyakarta (depan Hotel Cantya) ini merepresentasikan bagaimana kreativitas kuliner tersebut.
Ragam martabak yang ditawarkan Mr. Buble menjadi satu-satunya yang ada di Yogyakarta.
Martabak bertoping buah ini muncul dari Ide dan mimpi seorang anak muda bernama Ade. Ia berhasrat membuat martabak dengan ciri khas unik dan rasa yang enak supaya bisa terkenal di seluruh dunia.
Ade mengawali idenya dengan merangkul teman-temannya Eka, Dafi, Eriko dan Jaki. Setelah berdiskusi panjang, mereka sepakat menamai bisnis martabaknya dengan Mr.Buble karena menemukan kesamaan di antara mereka, yakni sama-sama pecinta Michael Buble.
“Martabak Buble saya dirikan bersama dengan teman-teman untuk mewujudkan cita-cita kami mengenalkan citarasa martabak modern dan unik yang nantinya akan diakui oleh semua orang sampai ke luar negeri,” papar Ade.
Selain martabak bertoping buah, Mr. Buble juga jagoan membuat martabak bertoping cokelat, keju, oreo, dan lain sebagainya dengan jenis adonan yang berbeda pula.
Mr Buble tampaknya tahu betul perihal demokrasi rasa. Dalam setiap jenis martabak bertopingnya, ia menawarka pilihan adonan pada pembeli. Ada adonan hitam dan ada pula yang putih. Mereka tidak memaksakan pembeli harus menerima adonan martabak A atau B saja.
Selain itu, para pembeli juga bisa menikmati cita rasa Martabak Buble di tempat. Soalnya disediakan juga ruang nongkrong buat pembeli yang ingin menikmati sore di depan hotel Cantya.