Pasar Sentolo Baru Masih Sepi Pengunjung

Pasar Sentolo baru yang belum lama ini selesai dibangun mulai ditempati banyak pedagang

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Yoseph Hary
Suasana Pasar Sentolo baru masih sepi pengunjung, selasa (22/3/2016). Pemkab berusaha menarik pengunjung dengan berbagai event. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM,KULONPROGO - Pasar Sentolo baru yang belum lama ini selesai dibangun mulai ditempati banyak pedagang.

Meski demikian, sampai saat ini pasar tersebut terbilang masih sepi pengunjung.

Sejumlah pedagang mengaku tidak jarang harus rela berjaga seharian tanpa pembeli yang datang. Sebagian dari mereka pun harus lebih bersabar sembari berharap pemerintah melakukan terobosan menarik pengunjung.

Seorang pedagang yang menempati kios dalam pasar, Iwan, mengatakan sejak seminggu berjualan di pasar itu belum ada yang membeli tas hasil kerajinannya. Menurutnya, sepanjang hari suasana pasar terbilang sepi.

"Untuk kuliner lumayan ada pembelinya," ujarnya, Selasa (22/3/2016).

Sejumlah pedagang lainnya mengatakan pasar itu membutuhkan daya tarik, misal melalui event-event tertentu untuk menarik pengunjung.

Selain itu, penataan los di dalam pasar juga perlu diperbaiki sehingga tidak semrawut.

Sebagaimana terlihat kemarin, suasana pasar cenderung lengang karena karena tidak banyak pengunjung.

Beberapa pedagang terlihat hanya duduk-duduk, sejumlah kios bahkan belum dibuka meski sudah menjelang siang.

Pasar Sentolo baru ini dibangun dalam empat tahap. Anggarannya bersumber dari APBN senilai Rp 7 miliar dan APBD Rp 4,09 miliar.

Berada di tepi jalan nasional wilayah Sentolo, pasar ini dimaksudkan menggantikan pasar lama yang berlokasi di seberang palang pintu kereta api Sentolo.

Kepala Disperindag Kulonprogo, Niken Probo Laras, mengatakan sepinya pasar baru diharapkan tidak berlangsung lama.

Saat ini, pihaknya sedang mengupayakan berbagai event dan kunjungan tamu luar daerah agar pasar itu semakin dikenal masyarakat.

"Kalau perlu nanti diterapkan ada kupon. Misal setiap belanja nilai tertentu akan mendapat kupon yang diundi untuk mendapatkan hadiah," kata Niken. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved