Seorang Peserta Dimas Diajeng Sleman Positif Benzodiazepine
Peserta semi finalis Dimas Diajeng Sleman 2016 mengikuti tes narkoba yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman, Senin (21/3/2016).
Penulis: ang | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peserta semi finalis Dimas Diajeng Sleman 2016 mengikuti tes narkoba yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sleman, Senin (21/3/2016).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari seleksi Dimas Diajeng Sleman 2016.
Kegiatan yang merupakan kerja sama antara BNN dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman akan itu sengaja dilakukan secara mendadak untuk menghindari kecurangan.
Tes dilakukan dengan cara uji urine oleh petugas BNN Sleman menggunakan rapid test multi parameter di kantor Disbudpar setempat.
Dari rencana 60 peserta yang dijadwalkan mengikuti tes, hanya 53 yang hadir. Sementara tujuh perserta lainnya menyatakan mengundurkan diri dari ajang pemilihan ini.
Pantauan Tribun Jogja, dari total peserta yang mengikuti tes, didapati seorang peserta yang hasil tes urinenya positif mengandung benzodiazepine.
Saat diklarifikasi petugas BNN Sleman, peserta perempuan tersebut tersebut mengaku tengah mengonsumsi obat sakit tenggorokan dari dokter.
Petugas pun meminta kepada peserta untuk menunjukkan resep sekaligus obat tersebut.
Namun lantaran belum bisa menunjukkan saat itu juga, peserta tersebut diminta untuk kembali lagi melapor ke BNN Sleman dengan membawa obat ataupun resep yang dimaksud.
Assessment
Kepala BNN Sleman, Kuntadi mengatakan pihaknya akan melakukan assessment lebih lanjut bila ada peserta yang terindikasi mengonsumsi obat-obatan terlarang. Kendati demikian, pihaknya akan mengedepankan tindakan persuasif.
“Kami akan melihat apakah mereka ini hanya pemakai, pecandu atau sudah masuk kedalam jaringan peredar,” paparnya disela pemeriksaan.
Menurutnya pemeriksaan tersebut baru pertama kali digelar dalam seleksi Dimas Diajeng Sleman. Sebelumnya BNN hanya melakukan sosialisasi dan penyuluhan narkoba bagi peserta seleksi Dimas Diajeng.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Disbudpar Sleman dalam mendukung gerakan melawan narkoba. Diharapkan finalis Dimas Diajeng 2016 ini dapat membawa pengaruh positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tes-urine_ilust_20151009_191037.jpg)