Helikopter TNI Jatuh

Lettu Wiradhy Tampil Apa Adanya dan Hidup Sederhana

Dika merupakan satu dari 13 korban tewas helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di daerah Poso, Sulawesi Tengah

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Puluhan kerabat telah memadati rumah orangtua Letnan Satu (CPN) Wiradhy Tri Darwoko alias Dika di Komplek Sapta Taruna III Kementerian PU dan PR, Jalan Koperpu II RT 03/34, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (21/3) siang. 

TRIBUNJOGJA.COM - Puluhan kerabat memadati rumah orangtua Letnan Satu (CPN) Wiradhy Tri Darwoko alias Dika di Kompleks Sapta Taruna III Kementerian PU dan PR, Jalan Koperpu II RT 03/34, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (21/3) siang.

Dika merupakan satu dari 13 korban tewas helikopter jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di daerah Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) pukul 17.55 WITA.

Tak terlihat kedua orangtua korban, Pringgono (57) dan Nur‎ Hasanah (50).

Hanya ada Suci Utami (35), kakak pertama Dika.‎ Sepanjang hari, ayah dan ibu Dika berada di dalam rumah‎ untuk beristirahat.

Pantauan Warta Kota, sejumlah karangan bunga ucapan bela sungkawa dipajang di teras rumah tetangga korban.

Karangan bunga itu dipajang di sana agar tak terkena guyuran hujan, sebab teras rumah orangtua Dika, Pringgono (57) dan Nur Hasanah (50) tidak dipasang kanopi.

Rumah orangtua Dika sangat sederhana. Berlantai satu dan tidak diberi cat atau dilapisi plester semen seperti rumah lainnya, sehingga lapisan dindingnya yang berupa batako terlihat jelas.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu tidak sombong dan hidup sederhana. Bahkan lulusan Angkatan Militer (Akmil) tahun 2013 ini tetap tampil apa adanya.

Bila pulang ke rumah ayahnya yang merupakan pegawai Kementerian PU dan PR ini, Dika berbaur dengan tetangga sekitar.

"Kalau pulang ke rumah, langsung ganti celana pendek dan mancing di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Dika sangat hobi memancing ikan," ujar Asep Wahyudin (50), paman korban saat ditemui di rumah duka, Senin (21/3).

Asep mengatakan, sejak masih kecil Dika bercita-cita mengikuti jejak kakeknya untuk menjadi seorang anggota TNI AD.

Bahkan sang kakek yang saat itu berpangkat kapten, pernah menjabat sebagai Danramil Tambun, Kabupaten Bekasi beberapa tahun silam.

Oleh karenanya, selepas SMA Dika langsung mengikuti seleksi penerimaan Taruna Akmil. "Alhamdulillah langsung diterima Akmil dan tahun 2013 dia lulus sebagai taruna," kata Asep. (*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved