Bupati Kulonprogo Nyaris Kena Tipu
Orang tersebut melalui telepon meminta Hasto dan Sutedjo agar mengirimkan uang via transfer.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM,KULONPROGO - Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, dan wakilnya Sutedjo, hampir saja menjadi korban penipuan dari seorang penelepon yang mengaku sebagai wartawan bernama Kusno.
Orang tersebut melalui telepon meminta Hasto dan Sutedjo agar mengirimkan uang via transfer.
Hasto mengaku orang tersebut meminta uang dengan alasan untuk membantu rekan wartawan bernama Didik Purwanto yang sedang rawat inap di rumah sakit.
Namun demikian Hasto merasa selama ini tidak pernah ada wartawan yang meminta sehingga dia mengabaikan permintaan itu.
"Ini masih ada bukti orangnya juga menelepon saya. Sampai 25 kali misscall. Malah orang ini juga SMS isinya kata-kata kotor dan memaki," ujar Hasto sambil menunjukkan misscalled list di ponselnya, Senin (21/3/2016).
Bupati semula tidak menceritakan perihal itu kepada siapapun. Baru pada Senin sore ketika bertemu dengan sejumlah wartawan dan bagian Humas dan TI Kulonprogo, Hasto menceritakan pengalamannya itu.
Saat itu juga dipastikan ulah oknum yang mengaku wartawan serta mencatut nama Kusno itu merupakan modus penipuan.
Apalagi, nama Kusno yang selama ini dikenal sebagai wartawan senior di Radar Jogja ketika dikonfirmasi menyatakan tidak pernah menghubungi bupati Kulonprogo dan wakilnya.
Wakil Bupati Sutedjo setelah mendapat telepon serupa juga langsung berkoordinasi dengan wartawan di Kulonprogo.
Menanggapi cerita Sutedjo itu, Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo, Sri Widodo, meminta Wabup agar tidak menanggapi oknum tersebut karena diduga kuat penipuan.
"Pak Wabup tadi menelepon minta kejelasan ada orang mengaku wartawan minta sumbangan, sama seperti yang dialami Pak Bupati," kata Widodo.
Kusno S Utomo yang merasa namanya dicatut mengatakan ternyata pelaku tidak hanya menyasar bupati dan wakil bupati di Kulonprogo. Orang itu juga melakukan hal sama kepada pejabat di Bantul, DIY dan Gunungkidul.
Menurutnya, anggota DPRD DIY bahkan sudah ada yang tertipu terlanjur mengirimkan uang.
"Saya sudah melaporkan kejadian ini ke polisi," katanya. (tribunjogja.com)