Pemimpin Harus Punya Sifat Seperti Tanaman

Hidup sebagai pemimpin harus meneladani sifat tanaman yang mau tumbuh, berkembang, berbuah, dan akhirnya berkorban untuk umat manusia

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Perayaan Minggu Palma di Lereng Merapi, Kabupaten Magelang, Minggu (20/3/2016) pagi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hidup sebagai pemimpin harus meneladani sifat tanaman yang mau tumbuh, berkembang, berbuah, dan akhirnya berkorban untuk umat manusia.

Tak hanya berkorban, sebagai pemimpin pun juga harus bisa menjadi teladan bagi sesama dan bisa berbaur dengan semua golongan.

Hal itulah pesan yang tersirat dalam perayaan Minggu Palma di Lereng Merapi, Kabupaten Magelang, Minggu (20/3/2016) pagi.

Melewati jalanan di sekitar Mangunsuko-Babadan yang rusak, iring-iringan umat Paroki Santa Maria Lourdes, Mangunsuko, Kecamatan Dukun, menyanyikan lagu menuju Gubug Selo Merapi Lor Senowo.

Tangan mereka membawa daun palma atau palem yang dipetik dari rumah masing-masing.

Sementara, pastur pemimpin misa, Romo Aloysius Martoyoto Wiyono, Pr naik gerobak berisi jagung, padi, gabah, ketela, dan sayuran lain.

Dia yang mengenakan jubah berwarna merah, sembari tersenyum melambaikan daun palma pada umat.

Hal itulah yang terlihat dalam perayaan misa Minggu Palma, yang diperingati umat Katolik sebelum tri hari suci paskah, Kamis Putih, Jumat Agung, dan malam Paskah.

Dalam kitab suci, perayaan ini digambarkan dengan Yesus yang naik keledai dan disambut umat di Yerusalem dengan daun Palma.

Yesus saat itu dielukan sebagai raja, meski akhirnya sengsara dan wafat di kayu salib.

Adapun, untuk menggambarkan peristiwa agung ini, umat di lereng Merapi memilih mengarak pastur dengan hasil bumi.

Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan hasil panen melimpah warga lereng Merapi dan simbol-simbol kepemimpinan melalui tanaman.

Susanto, salah satu umat menjelaskan, kegiatan arak-arakan ini dikemas dengan cara unik yang sarat makna tersirat.

Dia menjelaskan, kemasan ini menyimbolkan unsur pertanian yang menjadi mata pencaharian utama warga lereng Gunung Merapi ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved