Eka Ajak Bulog dan Pejabat Makan Raskin

Nasinya dari beras "raskin". Lauknya sayur oseng buah pepaya, tahu, tempe, sambal dan krupuk.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
tribunjogja/yosephhary
Sejumlah pejabat bulog, pemda DIY, Kulonprogo dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang tergabung dalam rim raskin menjajal masakan nasi raskin dan lauk sederhana saat rakor di Dinsosnakertrans Kulonprogo, pekan kemarin. Dinsosnakertrans Kulonprogo sengaja menyajikan nasi raskin agar para pejabat ikut merasakan sekaligus sebagai bahan evaluasi kualitas raskin. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Muncul keluhan kualitas beras untuk masyarakat miskin di wilayah Kecamatan Kokap kurang enak atau kurang bagus ketika dimasak, Dinsosnakertrans Kulonprogo menyiapkan rapat koordinasi secara khusus pada tengah pekan kemarin.

Tidak hanya sekadar rakor biasa dengan melibatkan perwakilan Bulog DIY, Tim Raskin DIY, Tim Raskin Kabupaten, Tim Raskin Kecamatan dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pada Kamis (10/3/2016) siang itu Dinsosnakertrans juga menyajikan masakan dengan menu lengkap.

Namun alih-alih menghidangkan nasi dan lauk pauk serba mahal nan mewah, Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo, Eka Pranyata, ternyata menyiapkan makanan sangat sederhana.

Nasinya dari beras "raskin". Lauknya sayur oseng buah pepaya, tahu, tempe, sambal dan krupuk.

"Monggo silakan seadanya. Setelah itu bagaimana rasanya untuk bisa disampaikan di forum ini setelah selesai makannya,” ujar Eka Pranyata, mempersilakan semua yang hadir dalam rakor di Aula Dinsosnakertrans Kulonprogo siang itu.

Perwakilan Bulog DIY, Tim Raskin DIY, Kabupaten, dan TKSK, pun menyantapnya bersama. Meski nasi dan lauk pauk hanya sederhana, toh suasana makan di sela evaluasi dan rakor terkait raskin siang itu cukup antusias.

Eka Pranyata menyatakan sengaja mempersiapkan prasmanan sederhana berupa nasi dari mitra Bulog dengan beras kualitas kurang bagus, demi evaluasi raskin dan menjawab keluhan masyarakat.

Menyertakan lauk sederhana tanpa telur, daging maupun ikan, Eka juga mengajak jajaran tim raskin mengevaluasi kualitas rasa nasi dari beras untuk masyarakat miskin.

"Ini upaya untuk menjawab masukan soal beras di Kokap. Katanya kalau dimasak kurang bagus," ujar Eka.

Keluhan bahwa raskin di Kokap kurang bagus ketika dimasak memang masuk ke tim raskin sebelum rakor tersebut.

Kasie Kesos Kecamatan Kokap, Prayogo, yang juga menjadi tim raskin mengatakan meski distribusi lancar, muncul keluhan tersebut di wilayahnya.

"Saya laporkan bahwa distribusi raskin di desa wilayah Kokap pada Kamis 25 Februari lalu berjalan baik dan lancar, kualitas beras baik, namun demikian ada beberapa warga penerima yang menginformasikan saat di masak kurang bagus," kata Prayogo.

Dia mengaku penasaran dengan keluhan itu. Sembari berpikir apakah keluhan itu muncul hanya karena faktor cara memasaknya atau memang kualitas berasnya tidak baik, kritik tersebut diteruskannya ke Dinsosnakertrans.

Yang jelas, sejauh ini masalah serupa tidak muncul di wilayah kecamatan lainnya.

Namun demikian, ketika jajaran tim raskin ikut menikmati nasi dan lauk sederhana yang disajikan Dinsosnakertrans, mereka mengaku menikmatinya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved