Cobalah Lezatnya Gudeg yang Sudah Ada Sejak Zaman Jepang Ini
Berjualan gudeg ini telah dimulai sejak simbah dulu. Simbah yang bernama Mbah Karyo berjualan gudeg sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Ikrob Didik Irawan
Setidaknya gori harus dimasak semalam dengan bumbu-bumbu yang begitu lengkap seperti ketumbar, bawang merah, bawang putih, kemiri, laos, jahe, salam, dan bebebrapa bumbu lainnya.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Sedang untuk menghasilkan ayam yang empuk dan gurih, ayam yang telah dibersihkan dimasak bersama areh kurang lebih dua jam.
Tidak hanya dinikmati dengan nasi, gudeg Bu Djoyo ini juga bisa dinikmati dengan bubur.
"Khusus untuk bubur, kami menjualnya hanya pada pagi hari. Dari jam 05.00 pagi hingga 07.00 pagi," jelas Yani.
Untuk masalah harga, pengunjung tidak perlu khawatir, karena nasi gudeg dengan lauk telur, dapat anda santap hanya dengan Rp9 ribu. Sedang nasi gudeg suir ayam hanya Rp10 ribu.

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Setiap harinya Yani mulai melayani pembeli mulai dari jam 16.00 hingga 07.00 pagi. Secara persis, Gudeg Bu Djoyo ini berada sekitar 100 meter selatan lampu merah Gedongkuning. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gudeg-2_20160314_151024.jpg)