SMDC, Drum Kustom Made In Gunungkidul

hasil kreasi pria bernama Ginanjar Agung Sasmito ini sudah dipakai oleh sejumlah musisi kenamaan di Yogyakara.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Mona Kriesdinar
Dok SMDC
Salah satu produk SMDC, berupa drup kustom berbahan kuningan 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOSARI - Berbekal keberanian dan pengetahuan yang dimiliki, pria asal Wonosari, Gunungkidul berhasil memproduksi drum kustom sendiri. Desain dan produknya pun tak main-main. Bahkan, hasil kreasi pria bernama Ginanjar Agung Sasmito ini sudah dipakai oleh sejumlah musisi kenamaan di Yogyakara.

Mengusung brand South Mountain Drum Craft (SMDC), Ginanjar yang memiliki ijazah pendidikan keperawatan ini cukup nekat. Ia berani memproduksi drum kustom sendiri. Ilmunya dari mana ? Learning by doing. Begitulah Ginanjar menjawabnya.

Memiliki drum berbahan acrylic adalah cita-cita Ginanjar. Apa boleh buat, harga drum yang tak terjangkau kantongnya waktu itu, membuat Ginanjar putar otak dan jadilah ia membuatnya sendiri. Singkat cerita, lambat laun drum yang ia buat mulai dikenal segelintir musisi Yogya yang namanya sudah berkibar di dunia musik nasional, bahkan luar negeri.

Sebut saja drummer Endank Soekamti, Ari yang lebih dulu menggunakan drum buatan SMDC. Baru-baru ini, drummer Shaggy Dog, Yustinus Satria Hendrawan atau akrab disapa Yoyok memesan senar drum kustom ke SMDC. Istimewanya senar drum tersebut berbahan dasar kuningan yang masih sedikit sekali perajin yang memproduksi dan drummer memakainya.

Ditemui redaksi Eco-Creative belum lama ini, Ginanjar mengungkapkan bagaimana akhirnya ia menyanggupi pesanan drummer idolanya tersebut. Senang bercampur was-was adalah ekspresi Ginanjar ketika Yoyok mengutarakan niatnya untuk memesan senar drum berbahan dasar kuningan tersebut.

"Total waktu pengerjaan sekitar dua bulan. Paling lama proses pengecoran bahan dasar. Harus benar-benar presisi. Bisa saja ketika kurang berapa mili dibubut, tapi nanti hasilnya tak maksimal. Senar ini sampai empat kali cor, karena aku pengin benar-benar sesuai ukuran untuk menghindari terlalu banyak penyempurnaan," ungkap Ginanjar.

Lanjut Ginanjar, setelah proses cor selesai dan menemukan ukuran yang dikehendaki yakni 14x5 ", dengan ketebalan 8 mm, proses selanjutnya adalah perakitan. Untuk proses ini, waktu yang dibutuhkan lebih singkat. Soal suara, senar drum kustom buatan SMDC ini memiliki jangkauan yang luas.

"Paling krusial memang pas proses cor, ada udara terperangkap sedikit saja, bisa ngulang lagi dari awal. Hampir sama dengan proses pembuatan perangkat gamelan. Untuk tune suara, aku rajin cari info dan diskusi sama beberapa pakar audio, salah satunya Pak Ting (Eko Batas/Sound Engineer Shaggy Dog). Untuk bahan pakai murni kuningan," terang Ginanjar.

Setelah senar drum yang memiliki bobot kurang lebih 11 Kilogram ini jadi, Ginanjar masih harap-harap cemas soal suara yang dikehendaki Yoyok. Seusai dicoba, Ginanjar merasa lega lantaran mendapat tanggapan positif dan dinilai layak untuk dipakai dipanggung besar. (Yud)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved