Ada Sejarah Panjang Di Balik Kata OK
Kata ini digunakan untuk menunjukkan tanda setuju terhadap sesuatu hal, atau bahkan menjadi tanda menarik untuk menuju topik baru.
Penulis: say | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM - Mungkin sebagian besar dari kita sudah tidak asing lagi dengan istilah OK.
Kata ini digunakan untuk menunjukkan tanda setuju terhadap sesuatu hal, atau bahkan menjadi tanda menarik untuk menuju topik baru.
Tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara lain istilah ini juga sangat lazim digunakan. Bagaimana bisa OK menjadi begitu familiar bagi banyak orang?
Beberapa cerita menyebutkan asal-usul OK datang dari pelabuhan Haiti Aux Cayes, dari Louisiana Perancis au quai, dari Puerto Rico Aux Quais, dari Wolof yakni waw kay, serta masih ada banyak kisah lain.
Cerita lain mengatakan OK berasal dari pembuat roti yang menyebutkan inisial untuk biskuit mereka, atau pembuat kapal yang menandai kayu untuk bagian luarnya.
Namun kebenaran cerita OK datang dari Allan Metcalf, penulis buku The Improbable Story of America's Greatest Word pada tahun 1839.
Buku itu berdasarkan penelitian seorang profesor Columbia, Allen Walker Read yang selama bertahun-tahun mencari bukti tentang sejarah OK.
Allen kemudian menerbitkan penelitiannya dalam serangkaian jurnal yang diterbitkan pada 1963-1964.
Metcalf yang merupakan editor Boston Morning Post pada Sabtu (23/3/1839) menggunakan istilah itu untuk menyebut "all correct" sehingga disingkat OK.
Saat itu, juga muncul beberapa singkatan lain seperti isbd (itu akan terjadi) dan RTB (masih harus dilihat).
Namun, istilah OK saja yang dapat bertahan lama karena yang lain memudar.
Pada pemilu tahun 1840, OK merupakan sebutan untuk pendukung Martin van Buren dan Old Kinderhook yang tergabung dalam sebuah klub.
OK Club kemudian bercampur secara membingungkan antara fitnah, slogan-slogan, dan hobi populer untuk menyenangkan van Buren.
Kemudian pada tahun 1870-an, OK digunakan operator telegraf untuk membenarkan telah menerima transmisi. Setelah itu, OK kemudian menyebar luas di Amerika, merambat ke negara lain dan terus bertahan sampai kini.
Saat ini OK telah digunakan secara universal di berbagai kelompok etnis. (mentalfloss.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/oke_fghjkl_20160311_130945.jpg)