Gerhana Matahari Total 2016
Salat Gerhana Bentuk Mengagungkan Tuhan
Islam juga memiliki sejarah hingga akhirnya kini peristiwa gerhana disikapi dengan mengadakan salat gerhana berjamaah.
Penulis: una | Editor: oda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerhana Matahari Total dan sebagian menurut perhitungan astronomi akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016 mendatang.
Peristiwa langka seperti gerhana telah menjadi perhatian masyarakat sejak jaman dahulu. Buktinya, di setiap peradaban, bangsa dan agama memiliki penafsiran yang berbeda-beda akan peristiwa gerhana.
Islam juga memiliki sejarah hingga akhirnya kini peristiwa gerhana disikapi dengan mengadakan salat gerhana berjamaah.
Dalam hadist riwayat muslim, pada masa Nabi Muhammad SAW pernah terjadi gerhana matahari. Selama 23 tahun dari masa kenabian (13 SH-11 H/610M-632M) setidaknya telah terjadi delapan kali gerhana matahari.
Kemudian, secara kebetulan ketika terjadi gerhana, anak Nabi Muhammad yang bernama Ibrahim meninggal dan kemudian masyarakat menggabungkan peristiwa tersebut dengan gerhana.
"Orang kemudian menyangka bahwa meninggalnya Ibrahim karena gerhana. Kemudian nabi menyebutkan bahwa gerhana tidak ada hubungannya dengan mati dan hidupnya seseorang. Nabi menjelaskan bahwa yang harus dilakukan itu salat, dzikir, dan bersedekah," ujar Rahmadi Wibowo S, Dosen Tafsir Hadis (TH) UAD.
Tujuan dari salat gerhana sendiri adalah untuk mengagungkan Allah. Dengan ada peristiwa gerhana, seharusnya yang diagungkan bukan apa yang terjadi di alam semesta.
Karena hal tersebut merupakan ciptaan Tuhan yang kemudian harus kita sikapi dengan tunduk kepada Allah. Gerhana adalah salah satu bentuk kekuasaan Allah.
"Dalam hadist disebutkan, ketika melihat gerhana itu maka kamu salatlah. Berarti disitu dipahami bahwa salat gerhana boleh dijalankan dalam kurun waktu ketika awal muncul hingga gerhana berakhir tuntas. Jadi, salat tidak harus dilaksanakan ketika puncaknya. Kalau yang terjadi di Indonesia besok, berarti salat gerhana boleh dilakukan dalam kurun waktu 2 jam itu," jelas Rahmadi Wibowo.
Salat gerhana atau salat kusuf dilaksanakan dengan dua rakaat dan menggunaan bacaan yang sama ketika melangsungkan salat wajib.
Yang berbeda adalah di tiap rakaatnya dilaksanakan dua rukuk. Rukuk kedua dijalankan lebih pendek daripada rukuk pertama.
Di Yogyakarta sendiri setidaknya terdapat 13 Masjid di wilayah Sleman dan Kota Yogyakarta yang sudah mengumumkan akan menyelenggarakan salat sunnah gerhana.
Diantaranya untuk wilayah Yogyakarta, terdapat Masjid Mardiyah UGM, Masjid Mujahidin UNY, Masjid Nurul 'Ashri Deresan Gejayan. Masjid Al Huda Pelemkecut Gejayan.
Sementara untuk wilayah Sleman terdapat Masjid An Nuur Tembakboyo Depok, Masjid Baiturrahman Condongcatur, Masjid Al Fath Seturan, Masjid Al Amin Sawitsari, Masjid At Taqwa Minomartani, Masjid Ponpes Darul Hiraa malangrejo, Masjid Ponpes Baitussalam, Masjid Nurul Huda Patran, Masjid Ponpes Bina Ummat Godean, dan Masjid Al Fajar Kauman Tamanan banguntapan. (tribunjogja.com)