Inovasi RSUD Wates Masuk 11 Besar Tingkat Nasional
Harapannya RSUD Wates diproyeksikan menjadi rujukan rumah sakit dari DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.
Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Ditarget selesai pada 2019, proyek pengembangan RSUD Wates dari semula konvensional menjadi RS Pelayanan dan Pendidikan diperkirakan bakal menelan anggaran lebih kurang Rp 400 miliar.
Dengan pengembangan tersebut, harapannya RSUD Wates diproyeksikan menjadi rujukan rumah sakit dari DIY dan Jawa Tengah bagian selatan.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, mengatakan pengembangan rumah sakit yang semula dianggarkan Rp 150 miliar, pada perkembangannya membutuhkan anggaran jauh lebih besar.
Selain karena ekspektasi manfaat dari pengembangan itu lebih luas, menurutnya, Gubernur DIY juga mengusulkan pembangunan layanan rawat inap empat lantai.
"Untuk pembangunan rawat inap empat lantai diperkirakan Rp 250 miliar. Biaya peralatan akan dimintakan dari DAK Pusat. Dalam tiga tahun diperkirakan total hampir Rp 400 miliar," kata Hasto, saat Apel Hari Bhakti ke-33 RSUD Wates, Rabu (2/3/2016).
Hasto menyebut untuk mencukupi anggaran pengembangan RSUD akan ada pembagian pembiayaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
Disebutkan, 40 persen akan dianggarkan dari dana pusat, 40 persen lagi dari DIY, dan 20 persen dari Kulonprogo.
"Upaya pengembangan ini bentuk usaha kami keluar dari zona nyaman. Harapannya 2019 semua selesai," kata Hasto.
Bupati juga telah mempresentasikan keseluruhan rencana pengembangan itu kepada Gubernur. Pengembangan yang sudah dimulai sejak lebih kurang setahun lalu itu menempati lahan 4,4 hektare lahan hibah Pemda DIY.
Selain untuk pengembangan, RSUD juga akan dilengkapi fasilitas lain seperti panti dan tempat pengelolaan sampah terpadu.
Meski pengembangan secara fisik masih tahap awal, inovasi pelayanan di RSUD Wates bahkan sudah meraih berbagai prestasi. Hasto menyebutkan Inovasi Pelayanan Rawat Inap Gakin tanpa Kelas di RSUD Wates berhasil meraih nominasi 11 besar nasional.
Selain itu, dalam kategori yang sama sudah menembus putaran kedua United Nation Pulic Service Award. "Untuk proposal Pelayanan BBLR Tanpa Dinding meraih 33 besar nasional," lanjutnya.
Pencapaian itu pun patut disyukuri karena merupakan hasil kerjakeras berbagai pihak untuk inovasi dan peningkatan pelayanan RSUD selama ini.
"Semoga masih akan lahir ide-ide kreatif dalam meningkatkan pelayanan publik lain," kata Hasto.