Menteri Pertanian Ikut Naik Harvester di Sawah Giripeni Kulonprogo

Selain kirab hasil bumi dilakukan sejumlah petani dalam busana jawa, panen tersebut juga dimulai dengan doa dari tetua wilayah setempat.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Yoseph Hary W
Mentan Andi Amran Sulaiman naik harvester saat panen bersama di area sawah Giripeni Kecamatan Wates, Selasa (1/3/2016). 
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Panen padi perdana, di wilayah Giripeni Kecamatan Wates, bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, diawali dengan tradisi wiwit oleh warga setempat di area sawah wilayah tersebut, Selasa (1/3/2016).

Selain kirab hasil bumi dilakukan sejumlah petani dalam busana jawa, panen tersebut juga dimulai dengan doa dari tetua wilayah setempat. Sebelum kemudian panen dilakukan, Andi bersama Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, memotong tumpeng berisi hasil bumi yang semula diarak warga petani. 
Prosesi itu berlangsung cukup singkat. Begitu selesai pemotongan tumpeng, Menteri Pertanian langsung turun ke sawah, menaiki alat pemanen modern (Harvester), dan menjalankannya hingga satu putaran. Demikian juga hal serupa dilakukan Sutedjo yang menyusul di sisi kiri dalam area sepetak sawah tersebut. 
Andi mengatakan sedang berupaya menjadikan petani Indonesia semakin produktif. Salah satu caranya adalah mendorong petani bekerja secara modern. Selain kerja keras, para petani juga diberikan bantuan peralatan modern mulai dari alat produksi, pengolah sawah, dan juga alat pemanen modern. 
Jika dengan berbagai peralatan modern itu biaya produksi petani dapat ditekan hingga 40 persen, menurutnya, para petani Indonesia akan semakin kuat. Selain itu, dia meyakini para generasi muda akan mau atau tertarik ikut turun ke sawah meneruskan leluhurnya yang sudah berusia lanjut. 
Sepanjang upaya tersebut, sejauh ini bahkan sudah mulai tampak hasilnya. Disebutkan, saat ini kenyataannya terjadi banjir beras di pasaran.
"Ini menggembirakan karena ketika paceklik pun ternyata terjadi banjir beras di pasaran," ujar Andi. 
Untuk menggenjot pertanian, selain berusaha memberikan bantuan alat bagi petani, Andi juga menegaskan agar para pejabat di daerah bekerja dengan serius. Bagi pejabat yang tidak mau bekerja keras, dia menegaskan lebih baik tidak perlu menjadi pejabat.
"Yang tidak bisa dan tidak mau kerja minggir dulu," katanya. 
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, menyatakan sejauh ini Kulonprogo sudah berusaha swasembada pangan. Sejumlah program bahkan ditopang oleh hasil panen wilayah sendiri.
"Raskin sudah menjadi rasda, pasokan beras dari kelompok tani. Kami juga punya beras premium," kata Sutedjo. (*)
Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved