Ini Firasat Ayah Santri yang Tewas Tenggelam di Parangtritis
Syaifuddin ditemukan sekitar empat mil di lepas Pantai Baron, Gunungkidul oleh kapal patroli Polairud Polda DIY sekitar pukul 10.02.
Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Satu dari tiga jenazah santri PP An-Nur, Ngrukem, Pendowoharjo, Sewon yang tenggelam dalam kecelakaan laut di Pantai Parangtritis pada Jumat pagi (26/2/2016) lalu, kembali ditemukan pada Minggu (28/2/2016), di lepas Pantai Baron, Gunungkidul.
Komandan SAR Parangtritis, Ali Sutanto, mengungkapkan, jenazah yang ditemukan yaitu Syaifuddin Arrosyid (15) warga Jipangan, Mulyodadi, Bambanglipuro.
Syaifuddin ditemukan sekitar empat mil di lepas Pantai Baron, Gunungkidul oleh kapal patroli Polairud Polda DIY sekitar pukul 10.02.
"Patroli Polairud menyusuri laut kebetulan ketemu di tengah laut langsung dievakuasi," katanya.
Saat ditemukan menurutnya kondisi jenazah tertelungkup mengenakan celana pendek dan sudah agak rusak.
Suasana haru begitu terasa saat keluarga korban tenggelam memastikan identitas jenazah di Pos SAR Parangtritis.
Wantara, ayah Syaifuddin mengaku meyakini jenazah yang ditemukan merupakan anaknya meskipun mukanya sudah sulit untuk dikenali.
"Insya Allah saya yakin, dilihat dari celana yang dipakai itu, rambutnya, dari mukanya juga meski agak sulit kelihatan," terangnya.
Wantara mengaku sudah mengikhlaskan kepergian anak pertamanya tersebut. Dia terakhir bertemu dengan anaknya sekitar tiga hari sebelum kejadian untuk memberikan uang saku bagi anaknya yang akan berangkat ziarah.
Wantara menuturkan sebelum kejadian kali ini juga banyak mendapatkan firasat.
Dimulai sekitar dua minggu lalu dirinya mendapat mimpi membawa jenazah sendiri dan memakamkannya sendiri, namun jenazah sering muncul kembali dan dimakamkannya lagi.
"Kedua pada sebelum malam kejadian dari sore tidak bisa tidur, rasanya tidak enak," paparnya.
Jenasah Syaifuddin setelah dilakukan identifikasi oleh tim dokter dan tim identifikasi Polres Bantul kemudian dibawa ke Pesantren An-Nur, untuk didoakan dan kemudian dibawa keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/temukan-korban_20160228_135614.jpg)