Anak SD dan SMP Pentaskan Ketoprak Kolosal
Kethoprak ini berlatarkan kerajaan Singasari, dimana saat itu terjadi perebutan kekuasaan yang disimbolkan dengan sebuah keris buatan Empu Gandring.
Penulis: pdg | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Padhang Pranoto
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebuah ketoprak kolosal bertajuk Ken Dedes Putri Nareswari, dipentaskan oleh gabungan siswa dan siswi PG Krista, SD Kristen 3 dan SMP Kristen 1 Klaten, Sabtu (27/2/2016).
Menurut panitia Budi Kurnianto, acara tersebut diikuti lebih kurang 300 anak. Dikatakannya, acara ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk memberi kesempatan agar para siswa berekspresi dalam berkesenian.
"Acara ini juga bagian dari pendidikan karakter anak-anak. Selain itu, dalam pentas ini anak diberikan kesempatan untuk belajar bekerjasama," tuturnya.
Mengambil tajuk Ken Dedes, kethoprak ini berlatarkan kerajaan Singasari, dimana saat itu terjadi perebutan kekuasaan yang disimbolkan dengan sebuah keris buatan Empu Gandring yang memakan korban.
Dikisahkan, Ken Arok yang haus kekuasaan, memesan sebuah keris kepada sang empu.
Namun Ken Arok bersikeras memintanya meskipun keris tersebut belum memiliki wadah. Untuk memuluskan niatnya, maka Arok membunuh Gandring dengan senjata buatannya sendiri.
Namun sebelum meninggal sang empu mengutuk keris itu akan membawa kematian kepadanya dan anak turunnya.
Dengan keris itu, Arok kemudian membunuh Tunggul Ametung. Untuk mengelabui perbuatannya ia kemudian meminjamkan keris kepadaa rekannya Kebo Ijo.
"Sebenarnya pesan yang ingin disampaikan jangan memiliki dendam," ucap Nara Bagus Pamungkas (15) pemeran Ken Arok.
Melakoni sebagai peran sebagai Arok ia mengaku tak ada kendala berarti, dalam melafalkan bahasa Jawa. Namun demikian untuk beberapa kata ia masih belum mengetahui artinya.
Sementara itu, pemeran Ken Umang (12) merasa gugup ketika akan naik panggung. Ia memilih lebih banyak bercanda untuk menghilangkan rasa grogi.
"Ya bercanda saja dengan teman untuk menghilangkan deg-degan. Untuk dialognya tidak ada kendala," tuturnya.
Adapun pementasan itu disutradarai oleh Tutik Suharyani dan Bondan Nusantara, seorang tokoh ketoprak asal DIY. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketoprak-kolosal_20160228_001319.jpg)