Waduh, Silpa Pemkab Bantul Salah Hitung
Meski begitu menurutnya hal tersebut tidak perlu menjadi ketakutan secara berlebihan karena masih bisa dicari jalan keluarnya.
Penulis: apr | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemkab Bantul mesti memutar otak di awal tahun ini karena sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dalam APBD 2015 mengalami salah hitung.
Sejumlah program pemkab terancam harus dikurangi karena kesalahan tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Riyantono membenarkan hal tersebut. Meski begitu menurutnya hal tersebut tidak perlu menjadi ketakutan secara berlebihan karena masih bisa dicari jalan keluarnya.
"Ada beberapa solusi, bisa dengan mengurangi beberapa kegiatan yang tidak prioritas, yang kedua memaksimalkan pendapatan, Insya Allah bisa," tuturnya pada Kamis (18/2/2016).
Kesalahan perhitungan Silpa menurutnya bisa terjadi karena banyak faktor tidak hanya karena karena kesalahan prosedur penghitungan, namun juga karena dinamika dalam pembahasan APBD 2016 yang menurutnya menjadi pembahasan yang mendesak.
"Di awal kami sudah warning, tapi ini sudah menjadi kesepakatan politis, tidak bisa eksekutif sendiri, legislatif sendiri," tuturnya.
Toni sendiri yakin hal tersebut tidak akan terlalu bermasalah karena pada perubahan APBD 2016 masih akan ada kesempatan untuk dilakukan perbaikan.
Silpa APBD Bantul 2015 yang tercantum dalam APBD Bantul 2016 yakni sekitar Rp 258 milyar, karena salah perhitungan berkurang sekitar 40 milyar.
Sebelumnya, Setwan DPRD Bantul, Helmi Jamharis mengungkapkan temuan kesalahan tersebut memang baru diketahuinya pada Januari 2016 dari DPPKAD.
Meski begitu pengalaman salah hitung Silpa menurutnya bukan yang pertama kali dihadapinya.
"Pernah terjadi dulu 2011, akhirnya dulu kegiatan ada yang tidak dilaksanakan dan menunda kegiatan pada tahun berikutnya," terangnya. (tribunjogja.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/apbd_20151203_034438.jpg)