Finalis Miss Bantul Ekspo 2015 Gelar Fashion Show Busana Daur Ulang Sampah

Catwalk yang mereka gunakan untuk menampilkan kreasi busana adalah ruas jalan raya, tepatnya di Perempatan Klodran, Bantul.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Anas Apriyadi
Para finalis Miss Bantul Ekspo 2015 yang punya misi untuk mengajak warga Bantul peduli lingkungan, menggelar aksi di Perempatan Klodran, Bantul, Selasa (16/2/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Anas Apriyadi

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pagi itu, Selasa (16/2/2016), beberapa gadis berlanggak-lenggok memeragakan busana.

Uniknya, catwalk yang mereka gunakan untuk menampilkan kreasi busana adalah ruas jalan raya, tepatnya di Perempatan Klodran, Bantul.

Tak hanya sampai di situ keunikannya, semua pakaian yang ditampilkan dalam peragaan busana itu dibuat dari bahan daur ulang sampah, seperti plastik kresek, kertas koran.

Para peraga busana daur ulang tersebut merupakan para finalis Miss Bantul Ekspo 2015, yang punya misi untuk mengajak warga Bantul peduli lingkungan dengan aksi tersebut.

Ardhita Gita Yani, salah satu model peragaan busana mengaku terkesan dengan pengalamannya yang baru kali ini melakukan peragaan busana berbahan sampah dan di jalan raya dengan dilihat banyak pengguna jalan.

"Kalau malu relatif ada, tapi ketika kita sebagai ambassador, rasa malu itu dihilangkan," ujarnya pada Selasa (16/2/2016).

Apa yang mereka lakukan menurutnya bertujuan mulia untuk meningkatkan kepedulian pada lingkungan dengan menunjukkan bahwa sampah bisa dijadikan barang lain yang lebih berguna.

Bayu Kuntani, founder Miss Bantul Ekspo Organization sebagai penyelenggara aksi ini mengungkapkan aksi fashion show dengan busana sampah kali ini merupakan pembuka dari festival kirab budaya daur ulang sampah yang direncanakannya digelar pada 28 Februari nanti.

Aksi ini dilakukan menurutnya karena Bantul dinilai mereka saat ini tengah mengalami darurat sampah, karena ada tempat pembuangan akhir sampah di Piyungan yang makin penuh.

Tak hanya itu, adanya empat sungai besar di DIY yang bermuara di Bantul turut menambah banyaknya sampah karena masih banyak warga yang suka buang sampah sembarangan di sungai.

"Kita tempat terakhir air sungai mengalir yang membuat sampah banyak sekali, jadi kita ingin mengajak masyarakat mencintai lingkungan dengan peduli sampah," tuturnya.

Pemilihan peragaan busana dengan busana daur ulang sampah untuk menyampaikan pesan mereka menurutnya juga didasari adanya Indonesia Fashion Week pada 10-13 Maret nanti di Jakarta.

"Agenda itu terbesar di Indonesia, kita turut serta dengan busana daur ulang sampah agar lebih menonjol dari Bantul," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved