Badingah - Immawan Bakal Gunakan Baju Dinas Baru untuk Acara Pelantikan

Badingah akan mengenakan pakaian dinas berwarna putih seperti yang dikenakannya saat dilantik pada saat sebelumnya.

Penulis: abm | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Septiandri
Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul terpilih, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul mengikuti gladi resik pelantikan di Bangsal Kepatihan DIY, Selasa (16/2/2016) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul terpilih, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul akan resmi dilantik pada Rabu (17/2/2016)) pagi besok di Bangsal Kepatihan DIY.

Sebelum pelantikan itu dilakukan besok, para Bupati dan Wakil Bupati terpilih dari ketiga daerah itu, yaitu Badingah dan Immawan Wahyudi, Sri Purnomo dan Sri Muslimatun, juga Suharsono dan Abdul Halim melakukan serta menghadiri gladi resik di Bangsal Kepatihan, Selasa (16/2/2016) pagi.

Dalam gladi resik itu para Bupati dan Wakil Bupati mengenakan pakaian serba rapih, seperti menggunakan celana kain dan batik.

Seperti yang kenakan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, Badingah dan Immawan, mereka kompak menggunakan batik untuk menghadiri gladi resik untuk pelantikan besok.

Badingah menggunakan batik dengan corak yang didominasi dengan warna cokelat yang juga dipadukan dengan kerudung dengan warna yang sama.

Immawan sendiri menggunakan batik dengan motif warna yang didominasi oleh hijau tua, dan dipadukan dengan celana kain berwarna hitam yang membuat ia terlihat sangat sederhana.

Beberapa kali kedua pasangan inipun melemparkan senyum kepada awak media yang juga hadir dalam gladi resik pelantikan itu.

Ditemui oleh Tribun Jogja setelah melakukan gladi resik, Bupati terpilih yang juga sempat menjabat menjadi Bupati dan Wakil Bupati di periode sebelumnya mengaku tidak merasa gugup untuk menghadapi pelantikan besok.

Ia mengatakan, ketika pelatikan nanti Badingah akan mengenakan pakaian dinas berwarna putih baru, seperti yang dikenakannya saat dilantik pada saat sebelumnya.

"Semuanya baru untuk pakaian dinas yang akan dipakai dan sudah dipersiapkan oleh pihak protokoler. Karena kalau di Gunungkidul sendiri baju putih lama kelamaan jadi agak kekuningan, yang dulu sudah kuning. Karena kalau di Gunungkidul itu pakaian putih dicuci malah jadi warna kuning karena air kapur," ujar Badingah sambil tersenyum.

Hal serupa pun diungkapkan oleh Immawan, menurutnya pakaian dinas berwarna putih yang ia miliki sebelumnya sudah berwarna kuning karena jarang digunakan.

Pakaian itu digunakan hanya satu tahun sekali saat upacara perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved