Meracik Resep Makanan Kutu Air
Dua siswi MAN 1 Yogyakarta ini membuat variasi pakan untuk kutu air sebanyak empat jenis.
MENGERYITKAN dahi membaca judul di atas? Eits jangan salah! Meskipun cuma kutu air (Daphnia Magna), apa yang dilakukan Hana Hanifah Isnanini (16) dan Trixie Azharine Ambarrini (17) ini patut diacungi jempol.
Tak tanggung-tanggung, mereka memboyong medali perunggu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2015 di bidang sains Biologi.
Dalam penelitiannya, dua siswi MAN 1 Yogyakarta ini membuat variasi pakan untuk kutu air sebanyak empat jenis.
Yakni Ampas kelapa digiling kecil-kecil, ampas kelapa yang difermentasi dengan E4, ampas kelapa yang difermentasi dengan ragi roti, dan pakan kutu air biasa.
Terbaik adalah ampas kelapa yang difermentasi dengan ragi roti. Setelah diuji coba selama dua minggu, anakan dan indukan kutu air menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Awalnya mereka hanya ingin memanfaatkan ampas kelapa. Setelah membaca berbagai literatur, munculah ide meneliti daphnia magna.
"Lumayan menarik, meski awalnya kami enggak tahu apa itu daphnia magna," tutur Trixie.
Kutu air lama dikenal di kalangan pembudidaya ikan. Ini adalah alternatif pakan, terutama untuk larva ikan dan ikan hias berukuran kecil. Bisa sebagai makanan ikan air tawar maupun air laut.
Kelebihan kutu air adalah sangat baik untuk pertumbuhan ikan. Pun banyak ditemukan di perairan dengan air kehijauan.
Dibandingkan dengan pelet, harga kutu air memang lebih mahal. Tapi orientasi ke depannya lebih cerah karena bisa dikembangbiakkan.
"Selain itu pemakaian pelet bisa merusak lingkungan," jelas Trixie.
Mereka mengaku mendapat hal mengesankan dalam proses penelitian pakan kutu air.
Pernah sangat percaya diri dengan metode yang digunakan, ternyata cara itu salah. Alhasil harus mengulangi dari awal. (Oleh : Irfan F Nabil/SMAN 5 Yogyakarta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rise-siswa_dznbfd_20160215_103506.jpg)