Dukungan Orangtua Bikin Anak Seimbang Antara Gaya dan Prestasi
Remaja dinilai berhasil membangun konsep ini saat mampu menjadi sosok yang penuh rasa percaya diri. Tapi jika gagal yang terjadi adalah sebaliknya.
Penulis: una | Editor: Ikrob Didik Irawan
REMAJA akan masuk ke dalam fase di mana harus membangun konsep diri. Di sini mereka akan mencari identitas, siapa dan bagaimana dirinya.
Remaja dinilai berhasil membangun konsep ini saat mampu menjadi sosok yang penuh rasa percaya diri. Tapi jika gagal yang terjadi adalah sebaliknya.
"Kalau gagal, anak akan bingung dengan dirinya sendiri. Jadilah konsep diri yang negatif," urai Analisa.
Pada proses ini, remaja mulai mencari role model atau acuan. Mulai dari lingkungan terdekat di keluarga sampai lingkup luar rumah. Di sini mereka kerap menemukan idola.
"Dari situ remaja mulai kenal fashion, berpikir soal penampilan. Secara psikologis remaja akan mengalaminya," jelas Analisa.
Orangtua sebagai role model terdekat harus mendukukung anak tetap berprestasi. Sehingga anak mendapat paket lengkap sekaligus seimbang dalam proses penentuan konsep diri.
"Dukungan orangtua untuk belajar membuat anak bisa menyeimbangkan antara bergaya dan prestasi. Anak bisa memiliki visi jelas dan motivasi kuat," pungkasnya. (*)
*Oleh: Analisa Widyaningrum
Psikolog RS JIH & Direktur Analisa Personality Development Center
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/analisa-widyaningrum_20151004_114649.jpg)