Puluhan Perupa Melukis Sambil Berjoget

Event melukis bersama dengan tagline "Ngunduh Konco" ini dilaksanakan secara outdoor sekaligus sebagai wahana sharing antarperupa.

Penulis: Yoseph Hary W | Editor: oda
tribunjogja/yosephhary
Para perupa melukis pada kanvas sambil berjoget diiringi Thorak Band saat event Seni Rupa Ngunduh Konco di Omah Serut Kulonprogo, Minggu (14/2/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Puluhan perupa asal Kulonprogo, Yogyakarta, dan sekitarnya bergabung menjadi satu untuk melukis bersama di pelataran Omah Serut Jl Wates KM 16 wilayah Sentolo Kulonprogo, Minggu (14/2/2016).

Event melukis bersama dengan tagline "Ngunduh Konco" ini dilaksanakan secara outdoor sekaligus sebagai wahana sharing antarperupa.

Menariknya, melibatkan komunitas, antara lain Kelompok Oplosan berikut Performance Art Njondil Oplosan, Thorak Band, Wayang Beda Gaya, serta Club VW Yogyakarta, aksi melukis dilakukan sambil berjoget secara bebas.

Begitu musik keras Thorak Band menghentak, para perupa beraksi menghadap kanvas masing-masing untuk melukis sambil menggeliat dan berlenggaklenggok menari.

Habis-habisan bergoyang sembari melukis di atas kanvas diiringi musik Thorak Band, para perupa kemudian menjadikan VW Combi yang dipajang di tengah-tengah mereka sebagai objek berkarya seni.

Acara yang diposisikan juga sebagai semacam selingan di sela-sela kecenderungan perupa biasa menghabiskan waktu melukis secara indoor di studio masing-masing ini juga menemukan gregetnya karena hadirnya sejumlah tokoh perupa.

Selain beberapa kelompok perupa dari Yogyakarta, hadir pula Djoko Pekik dan Kartika Affandi serta Kepala Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Untung Waluyo.

"Karya seni kan termasuk bahasa komunikasi. Maka dalam melukis hasilnya harus mudah dicerna oleh publik," pesan Djoko Pekik, di sela-sela event tersebut.

Koordinator Event Seni Rupa Ngunduh Konco, Agung Menoreh, mengatakan acara tersebut memang sengaja mengusung tema 'ngunduh konco' dalam arti untuk mendatangkan teman sesama perupa agar dapat saling berbagi atau sharing seni lukis.

"Kami undang yang paling dekat, ya teman-teman dari Jogja, ada Kelompok Oplosan dan juga Djoko Pekik serta Kartika Affandi," ujar Agung.

Perupa dari Komunitas Seni Rupa Serang Kulonprogo ini menegaskan event tersebut tak lain juga untuk memberi semangat bagi perupa di wilayah Kulonprogo.

Selain itu, jika selama ini banyak perupa berkutat di studio masing-masing dalam melukis, kini semua berkumpul secara outdoor untuk menuangkan ekspresinya secara bersama di satu tempat.

"Agar teman-teman Kulonprogo semakin bersemangat, kami boyong teman-teman dari Oplosan Jogja dan sekitarnya. Ini ramai-ramai," lanjutnya.

Menurutnya, meski melukis bersama, kebebasan dalam menuangkan ide dan ekspresi kental diperlihatkan dengan iringan tarian atau performance art Djondil Oplosan serta musik Thorak Band.

Dengan demikian, setiap perupa menorehkan cat pada kanvasnya dengan gaya masing-masing sesuai ritme tarian dan musik yang mengiringi.

"Harapan kami semua yang terlibat di sini khususnya perupa Kulonprogo semakin bersemangat. Sebentar lagi di Kulonprogo ada Taman Budaya, semoga bisa ikut memanfaatkan untuk lebih baik dalam berkarya," kata Agung. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved