Stok Darah di PMI Bantul Masih Mencukupi

Meningkatnya kasus demam berdarah di Bantul, belum membuat permintaan darah dari PMI Bantul melonjak.

Penulis: apr | Editor: Muhammad Fatoni
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Meningkatnya kasus demam berdarah di Bantul, belum membuat permintaan darah dari PMI Bantul melonjak.

Meski begitu, stok darah hingga saait ini dikatakan masih mencukupi.

Sekretaris Unit Donor Darah (UDD) PMI Bantul, M Fajar Taufik, mengungkapkan stok darah aman dalam menghadapi permintaan reguler.

Namun jika menghadapi demam berdarah mereka membutuhkan khusus stok trombosit dan hingga kini belum mengalami peningkatan permintaan.

"Kita hanya saat emergency saja tidak tiap saat produksi trombosit," katanya pada Rabu (10/2).

Trombosit menurutnya memang tidak bisa distok dalam waktu lama karena hanya bisa bertahan lima hari. Hingga saat ini permintaan menurutnya masih wajar sekitar 800-900 kantong per bulanya.

Suplai darah untuk PMI pun menurutnya lebih banyak berasal dari kegiatan donor darah masal yang rutin diselenggarakan berbagai pihak.

"Jika ada permintaan karena DB kita sarankan donor-donor sukarela yang datang ke sini dan kita olah jadi trombosit," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved