Malioboro Akan Dievaluasi Secara Menyeluruh
Kritikan pun terus mengalir deras dari masyarakat, baik menyorot soal kenyamanan, ketertiban sampai masalah keamanan
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penataan kawasan Malioboro dinilai berbagai kalangan masih belum optimal.
Kritikan pun terus mengalir deras dari masyarakat, baik menyorot soal kenyamanan, ketertiban sampai masalah keamanan yang belum baik.
Puncaknya pada libur panjang kemarin, berdasarkan pantauan, ruang jalan yang semestinya diperuntukkan untuk pejalan kaki, malah dipenuhi oleh kendaraan karena digunakan sebagai lahan parkir.
Masalah keamanan seperti kasus pencopetan pun jamak terjadi.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi lintas pihak mulai dari pelaku konkrit di Malioboro seperti komunitas pedagang, sampai paguyuban parkir, bersama-sama dengan Muspika, UPT Malioboro, sampai pihak Kepolisian setempat.
Ia mengatakan evaluasi akan membahas tiga aspek utama yakni masalah ketertiban, kebersihan dan keamanan, terutama puncaknya pada libur panjang kemarin.
Pertimbangan pemasangan pagar portabel pun tak luput dari peng-evaluasi-an.
"Sekarang masih kami evaluasi apakah pagar portabel itu akan dipasang kembali dalam waktu dekat atau tidak. Jangan sampai upaya penertiban justru dicurigai," terang Haryadi, Selasa (9/2/2016).
Haryadi mengatakan, beberapa masalah yang terjadi seperti masalah ketertiban pengunjung yang menyeberang jalan sembarangan, tidak melewati zebra cross yang disediakan, setelah pagar portabel dicopot lantaran mendapat kritik keras dari masyarakat.
Selain itu, masalah kebersihan juga menjadi sorotan. Sampah-sampah pun banyak berserakan, meskipun Pemkot telah menyediakan 60 unit tong sampah, bahkan sebagian besar tong sampah pun diketahui hilang.
"Pantaun saya kemarin saat libur, banyak pengunjung yang nyebrang sembarangan, tanpa lewat zebra cross. Masalah sampah itu juga, dimana-mana, sedangkan tong sampah yang sudah disediakan pun, banyak yang hilang. Itu semua jadi bahan evaluasi nanti," ujar Haryadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/malioboro_3323_20151115_105320.jpg)